![]() |
| Foto bersama usai giat posyandu. (Foto/Istimewa). |
Dairi - nduma.id
Posyandu di Dairi resmi “naik kelas”.
Kini bukan cuma tempat nimbang bayi dan imunisasi.
Lewat Bimtek Pengelolaan Posyandu Layanan Primer, Posyandu dibentuk jadi pusat layanan terpadu yang nyentuh 6 bidang sekaligus.
Ketua TP Posyandu Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga yang diwakili Wakil Ketua Sri Dewi Wahyu Sagala hadir langsung di Siempat Nempu Hulu. Senin 8 Juni 2026.
Ia menegaskan 6 layanan dasar kini jadi tanggung jawab bersama, pendidikan, kesehatan, PU, perumahan rakyat, trantibumlinmas, dan sosial.
“Posyandu sekarang pusat layanan terpadu. Jangkauannya luas. Makanya sinergi TP PKK, Camat, Puskesmas, dan mitra kerja wajib jalan bareng biar manfaatnya rata ke semua warga,” tegasnya.
Perubahan besar ini didorong kebijakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer atau ILP.
Artinya, posyandu jadi garda depan sepanjang siklus hidup: mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, sampai lansia.
Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik menyebut ini transformasi pilar pertama kesehatan. Fokusnya geser: dari “mengobati yang sakit” ke “menjaga biar nggak sakit” lewat promotif dan preventif.
Penguatnya ada di Permendagri No. 13 Tahun 2024.
Regulasi itu menegaskan Posyandu bukan lagi unit tambahan, tapi Lembaga Kemasyarakatan Desa yang wajib penuhi 6 Standar Pelayanan Minimal.
"Jika dulu kita bekerja secara terkotak-kotak, kini kita bergerak dalam satu kesatuan sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang berbasis siklus hidup—mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia," ujarnya.
Bimtek ini dihadiri Kepala Bidang Kesmas Luber Sianturi, Camat Siempat Nempu Hulu Koko Angkat, Kapus KM 11 Hardi Gurning, perwakilan DPMD, anggota TP PKK, dan para kepala desa. Tujuannya satu: bikin posyandu Dairi jadi garda terdepan layanan warga.
Penulis : Real
Redaktur : Rudi
