Siantar

Siantar
Redaksi
Selasa, 22 Desember 2020, 15:54 WIB
Last Updated 2021-12-21T16:07:05Z
Daerah

PT PLN UIW Sumut Pastikan Pasokan Listrik Aman Hadapi Nataru 2021

Medan- PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara memastikan beban puncak kebutuhan listrik terpenuhi selama perayaan natal dan tahun baru. Kebutuhan listrik dengan beban puncak sebanyak 1.811 Megawatt (MW) di Sumatera Utara dijamin akan terpenuhi oleh PLN.



Menjelang puncak perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021, PT. PLN unit induk wilayah Sumatera Utara, memastikan beban puncak kebutuhan listrik terpenuhi

Manajer Komunikasi PT.PLN  Sumatera Utara, Jimmy Aritonang  menjelaskan, untuk Sumatera Utara kebutuhan listrik dengan beban puncak tertinggi tercatat seribu delapan ratus sebelas (1.811) megawatt.


Dengan beban puncak tersebut, pihaknya menjamin kebutuhan listrik bisa dipasok oleh PLN Sumatera Utara, khususnya pada tanggal 25 desember dan 31 desember 2020.


Untuk menjamin kebutuhan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah membuat dua ratus tiga puluh tujuh (237) posko, dan menyiagakan dua ribu sembilan ratus dua puluh sembilan (2.929) personil, yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sepuluh Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP) tiga, dan satu Kantor Unit Induk Wilayah serta Pusat Komunikasi Pelayanan Pelanggan juga disiagakan melayani pelanggan



"Kami menyiapkan 237 posko yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara, dimana posko itu nantinya juga ada 2.929 personel yang terdiri dari petugas pos gangguan, yang bekerja secara shift dan 40 orang petugas yang bekerja dalam keadaan bertegangan. ini artinya teman-teman yang di lapangan ini akan selalu siap siaga," Jelas Jimmy, Selasa, 22 Desember 2020.


Jimmy menambahkan, untuk keseluruhan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang meliputi sebagian provinsi Aceh, pihaknya mampu memasok sebanyak dua ribu tujuh ratus empat puluh sembilan (2.749) megawatt, dengan beban puncak tertinggi tercatat dua ribu dua ratus delapan puluh tiga (2.283) megawatt.


"Stand by dua puluh empat jam untuk menjaga sistem kelistrikan. untuk prediksi beban puncak biasanya dalam kondisi libur seperti ini memang industri banyak libur, jadi kemungkinan pemakaian sistem kelistrikan tidak tinggi," tambahnya.



Sementara itu, terkait potensi bencana alam yang berdampak pada sistem ketenagalistrikan di seluruh wilayah Sumatera Utara, PLN telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara untuk mengatasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi.