DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Redaksi
Selasa, 02 Maret 2021, 16:05 WIB
Last Updated 2021-12-21T16:06:37Z
Hukum & Kriminal

Bos Bank Ditangkap, Sering Lakukan Pelecehan Kepada Karyawati

JAKARTA - Pelaku (JH) ditangkap atas kasus pelecehan seksual terhadap dua karyawan, oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres, di wilayah Ancol, Pademangan, pada Selasa, 2 Maret 2021.


Ilustrasi


Wakapolres Metro AKBP Nasriadi menjelaskan penangkapan terhadap pelaku JH berdasarkan laporan dari dua orang warga yaitu DF (25) dan EFS (22). Kedua korban mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh bos tempat mereka bekerja, selama empat bulan bekerja.



"Kita mendengar seluruh cerita yang dialami korban ini selanjutnya Satreskrim PPA melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka,” ujar Nasriadi dikofirmasi pada Selasa 2 Maret 2021.



Nasriadi menjelaskan, kedua tersangka sudah sering dilecehkan oleh pelaku saat jam kerja. Bahkan pada hari pertama, keduanya masuk kerja sudah merasakan tindakan tak senonoh dari bosnya itu.



"Jadi si korban pertama yaitu DF sudah bekerja sejak Maret sampai bulan November dan awalnya bekerja bukan sebagai sekretaris tapi di bagian lain, September sebagai sekretaris. Semenjak itu menjadi korban pelecehan seksual,” ungkap Nasriadi.



Adapun tersangka adalah adik pemilik perusahaan jasa keuangan tersebut di mana pelaku menjabat sebagai penanggung jawab atas perusahaan tersebut yang banyak membawahi para karyawan. "Pelaku diberi tanggung jawab untuk menjaga perusahaan itu setiap hari. Dan kedua korban merupakan sekretaris pribadinya," ujarnya.



Pelaku telah di giring ke Mapolres Metro Jakarta Utara dan dilakukan pemeriksaan intensif oleh polisi. Akibat perbuatannya, pelaku JH akan dijerat dengan Pasal 289 tentang pelecehan dan tindakan kurang menyenangkan terhadap orang lain dengan ancaman 9 tahun penjara.



"Si tersangka sudah mengakui perbuatannya dan kami masih mendalami apa motif dari tersangka melakukan hal tersebut," tambahnya.



Sementara dua karyawati yang diketahui dilecehkan saat bekerja di bank di kawasan Ancol itu mengaku kejadian ini dialami mereka pada tahun 2020 silam. Pertama terjadi pada korban DF sekitar bulan September 2020 lalu. Pelaku melakukan aksi tak senonohnya itu pada saat kondisi kantor sepi.



"Pelaku melakukan perbuatannya saat korban sedang sendirian. Selama korban masih bekerja di TKP, korban tidak pernah berani melaporkan perbuatan pelaku dengan alasan takut," lanjut Nasriadi.



Lalu, korban ESF mengalaminya pada bulan Oktober 2020. Pelaku melakukannya beberapa kali. Disebutkan selain merasa takut, keduanya juga merasa malu serta sulit dapat pekerjaan jika melaporkan hal yang dialami. Namun pada akhirnya mereka keluar dari perusahaan itu dan akhirnya yakin untuk melaporkannya.



"Namun setelah keduanya tidak tahan dengan perbuatan pelaku selama ini maka keduanya resign dari pekerjaannya dan melaporkan perbuatan pelaku," pungkas dia.