Pertanian

Pertanian

Pendidikan

Pendidikan

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Selasa, 03 Mei 2022, 00:39 WIB
Last Updated 2022-05-08T17:47:59Z
Daerah

Tahukah Anda Kalau 3 Mei di Peringati Sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia


Medan - nduma.id

Hari Kebebasan  Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) diperingati  3 Mei setiap tahunnya. 

Berdasarkan Universal Declaration of Human Right  1948 pasal 19, peringatan ini bertujuan untuk menghormati  kebebasan pers dan mengingatkan pemerintah  akan tugas mereka untuk memberi ruang atas kebebasan berekspresi yang beretika. 

Tidak berlebihan Indonesia  pernah menjadi penyelenggara dan tuan rumah konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2017 lalu. 

Tema yang di angkat saat itu adalah "Critical Minds for Critical tema: Peran Media dalam memajukan  masyarakat yang damai, adil, dan inklusif, katadata.co.id.

Pada 3 Mei seluruh insan jurnalistik seluruh dunia memperingati  World Press Freedom Day. 

Hari kebebasan Pers Sedunia di deklarasikan oleh MU Perserikatan Bangsa Bangsa pada Desember 1993, mengikuti rekomendasi  badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan  dan Kebudayaan  atau United  Nations Educational, Scientific and  Cultural  Organization  (UNESCO). 

Rekomendasi  ini di dasarkan atas konferensi  yang diselenggarakan  UNESCO, mempromosikan  Pers Afrika yang independen  dan pluralistik yang diadakan di Windhoek, Namibia pada 29 April sampai 3 Mei 1991.

Perspektif  yang dibangun dari konferensi Windhoek menyiratkan peran penting bagi pemerintah tetapi dalam parameter  tegas mengenai  kebebasan pluralisme, dan kemandirian negara harus proaktif dalam melindungi  jurnalis dan memajukan  peluang bagi negara untuk memajukan kebebasan berekspresi. 

Selain itu,  negara harus menghindari pengendalian media, dan menghindari monopoli  negara atas media. 

Pada Peringatan Hari Pers Sedunia tahun ini UNESCO  mengusung tema"jurnalisme di bawah Kepungan Digital" tema ini menyoroti berbagai hal dimana jurnalisme terancam oleh pengawasan, dan serangan yang dimediasi secara digital terhadap jurnalisme, serta konsekuensi dan serangan-sarangan ini berimbas pada kepercayaan publik terhadap komunikasi digital.

Hari Kebebasan Pers Sedunia adalah dukungan bagi media yang menjadi sasaran pengekangan, atau penghapusan dan juga hari peringatan bagi jurnalis yang kehilangan nyawa karena berita. (**)