Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 14 September 2022, 14:54 WIB
Last Updated 2022-09-14T07:54:13Z
DaerahSiantar

Wali Kota Sianțar Berharap "Bundo Kanduang" Gelar Giat Sosial dengan Masyarakat

Walikota bersama Bundo Kanduang tingkat kecamatan se-Kota Pematang Siantar. (Foto/Ari).

Pematang Siantar - nduma.id

Perkumpulan Bundo Kanduang di Kota Pematang Siantar diharapkan dapat saling menjaga kekompakan dan melakukan berbagai kegiatan sosial dengan melibatkan masyarakat secara luas. 

Sehingga keberadaan Bundo Kanduang dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA menyampaikan ini saat menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bundo Kanduang Minangkabau Tingkat Kecamatan dan Silahturahmi dengan Wali Kota Pematang Siantar. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Sriwijaya No 43 Kota Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematang Siantar, Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketua Panitia Bundo Hj Novriani Tanjung ,dalam laporannya menerangkan kegiatan tersebut merupakan media untuk memperluas anggota Bundo Kanduang. 

"Hari ini kami melantik Bundo Kanduang tingkat kecamatan se-Kota Pematang Siantar, yang bertujuan untuk memperluas keanggotaan dan tali silaturahmi antar Bundo Kanduang yang ada di Kota Pematang Siantar," katanya. 

Pengukuhan Pengurus Bundo Kanduang Tingkat Kecamatan se-Kota Pematang Siantar periode 2021-2025 dipimpin Ketua Bundo Kanduang Kota Pematang Siantar Bundo Hj Fauziah Tanjung. 

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi Perkumpulan Bundo Kanduang, termasuk yang ada di Kota Pematang Siantar. 

"Budaya Minangkabau yang menghargai posisi perempuan tentunya telah memberikan motivasi dan support kepada kaum perempuan untuk terus bekerja, berkarya, berkreasi, dan berkreativitas sesuai kemampuannya," katanya.

Suku, budaya, dan adat-istiadat Minangkabau, lanjutnya, telah menambah keberagaman di Kota Pematang Siantar.

"Selama ini, suku Minangkabau yang memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yakni adat bersendikan syariat yang didasarkan pada Alquran dan Hadist, telah hidup rukun, aman, damai, dan saling bertoleransi dengan suku-suku lainnya yang ada di Kota Pematang Siantar yang kita cintai ini," terang Wali Kota Susanti.

Diterangkan Wali Kota, Bundo Kanduang adalah panggilan terhadap perempuan Minangkabau yang telah memakai adat (menikah). 

Dalam kehidupan sehari-hari, Bundo Kanduang senantiasa memelihara dirinya dari berbagai perbuatan yang tidak baik. 

Sebab ia merupakan tauladan bagi kaumnya. 

Sifat keibuan, sabar, pengasih, penyayang, lemah lembut, dan tanpa pilih kasih adalah sifat yang harus dimiliki Bundo Kanduang.

"Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Pematang Siantar mengucapkan selamat atas pelantikan dan pengukuhan pengurus Bundo Kanduang Kecamatan di Kota Pematangan Siantar," ucapnya. 

Ia berharap pengurus Perkumpulan Bundo Kanduang yang dilantik dan dikukuhkan mampu menjalankan amanah dengan baik. 

Sehingga acara pelantikan tidak sekadar seremoni. 

"Semoga perkumpulan Bundo Kanduang di Kota Pematang Siantar dapat saling menjaga kekompakan. Dengan demikian dapat melakukan berbagai kegiatan sosial dengan melibatkan masyarakat secara luas dan berkontribusi dalam pembangunan. Sehingga keberadaan Bundo Kanduang dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat," tukasnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar, kata Wali Kota Susanti, mengajak seluruh masyarakat, termasuk yang tergabung dalam Perkumpulan Bundo Kanduang untuk bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi guna mendukung program-program pembangunan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

"Mari kita bersama-sama mewujudkan Kota Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas, demi Pematang Siantar Bangkit dan Maju. Mari sehati, bahu-membahu, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Bukan hanya dengan sesama anggota Perkumpulan Bundo Kanduang, tetapi juga dengan seluruh masyarakat Kota Pematang Siantar yang sangat heterogen. Ini sejalan dengan motto Kota Pematang Siantar, yakni Sapangambei Manoktok Hitei, yang artinya saling bergotong-royong untuk mencapai tujuan yang mulia," pungkasnya.

Turut hadir, Pakar Minang yang juga anggota DPRD Kota Pematang Siantar Bundo Nurlela Sikumbang, Camat Siantar Utara Irwansyah Saragih, Lurah Melayu Sugianto, Ketua Wanita Pujakesuma Kota Pematang Siantar, dan para pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Kota Pematang Siantar. (Ari)