Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 12 Oktober 2022, 14:17 WIB
Last Updated 2022-10-12T07:17:02Z
Nasional

Dinilai Dekat Dengan Pesantren Tebuireng, Jenderal Dudung di Apresiasi

 

Ustaz Jeje Zainuddin. (Foto/Istimewa).

Jakarta - nduma.id


Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menilai kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman ke Pesantren Tebuireng, Jombang dan sejumlah pesantren lainnya merupakan langkah positif dan layak diapresiasi.


“Selain memperkuat silaturahim juga merawat kesadaran generasi muda bahwa TNI lahir dari rahim rakyat dan juga dari para laskar santri,” ujar Waketum PP Persis Ustaz Jeje Zainuddin, Senin, 10 Oktober 2022.


Itu katannya gambaran kepedulian Jenderal Dudung kepada pesantren.


Menurut Ustaz Jeje, Jenderal bintang empat ini menyadari kekuataan bukan sekedar pada kelengkapan persenjataan tempur, jumlah pasukan yang banyak dan terlatih, tapi juga kekuatan jiwa dan spiritual. 


Apalagi, negara ini dihuni oleh mayoritas umat muslim.


“Nabi mengatakan bahwa "Doa itu persenjataannya orang mukmin”.

Maka sepatutnya jika KASAD TNI meminta kekuatan doa para santri , para ulama, para habaaib,” katanya.


Ustad Jeje kemudian berharap Jenderal Dudung semakin dekat dan cinta kepada pesantren, para ulama, para habaib, sehingga tercipta saling mencintai, tolong menolong saling membela, untuk menciptakan kekuatan dan persatuan Indonesia melalui dukungan yang nyata dari TNI/KSAD kepada pesantren dan ulama.


“Dan tidak ada lagi kesan bahwa ada ulama yang tidak dibela atau tidak disayangi oleh KSAD,” pungkasnya.


Sebelumnya Jenderal Dudung kerap rajin berkunjung ke sejumah pesantren. 


Teranyar, KSAD mengunjungi Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Jumat, 7 Oktober 2022.


Dalam kunjungan itu, KSAD Dudung disambut langsung  Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz. 


Dudung meminta doa agar TNI semakin dicintai oleh rakyat.


Tak hanya itu, Jenderal Dudung beserta rombongan juga berziarah ke makam Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di kompleks pesantren tersebut. (**).