Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 12 Oktober 2022, 17:25 WIB
Last Updated 2022-10-12T10:25:58Z
SiantarTelkomsel

PT Telkom Indonesia CDC Witel Sumut Pembekalan dan Penyaluran Dana Bergulir

Pembekalan dan Penyaluran Dana Bergulir. (Foto/Ari).

Pematang Siantar - nduma.id


PT Telkom Indonesia CDC Witel Sumut menyerahkan bantuan dana bergulir kepada 17 calon  Mitra Binaan, Rabu (12/10/2022).


Ini merupakan program Triwulan III -2022 tahap 20 dari Pematang Siantar, Simalungun dan Karo.


Penyerahan bantuan  serta penandatanganan dilaksanakan di lantai VI Balai Merah Putih, Pematangsiantar oleh 

GM Telkom Witel Sumut, Heribertus Handoko disaksikan Kadis Koperasi Pematang Siantar Herbert Aruan.


Bantuan diberikan kepada 17 pelaku UMKM, berupa uang tunai sebesar Rp 804 juta.


GM Witel Sumut menjelaskan kepada calon mitra binaan bahwa dana salur bergulir seperti itu sudah berlangsung selama lebih dari 20 tahun.


PT Telkom juga dikatakan terus berupaya membangkitkan perekonomian negeri dengan sejumlah program dan produk yang dikerjakan.


Sebagai salah satu BUMN kontributor pembayar pajak terbesar, PT Telkom hadir  menyelenggarakan internet yang menjadi kebutuhan pokok saat ini.


Mereka pun memiliki sejumlah program dalam mendigitalisasi ekonomi. 


Di mana saat ini perkonomian harus didukung dengan basis digital.


Kepada Pemerintah Kota Pematang Siantar, GM Telkom Witel Sumut berharap dapat berkolaborasi dalam mendukung UMKM. 


Karena UMKM merupakan perputaran ekonomi yang fundamental dan kuat.


Telkom sendiri mengelola Rumah BUMN. 


Rumah BUMN atau RB Telkom merupakan program CSR Telkom untuk membantu UMKM Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan seperti akses permodalan, akses pasar dangan dan peningkatan kompetensi. 


Dengan adanya program ini UMKM dapat berkolaborasi dengan perusahaan BUMN untuk membangun Ekosistem Ekonomi Digital. 


RB memberikan akses kompetensi kepada UMKM melalui training, seminar, dan workshop. 


Akses permodalan dari program kemitraan, kredit usaha rakyat, dan bina lingkungan dari perusahaan BUMN, lalu RB memberikan UMKM akses ke pasar dagang melalui berbagai macam platform, seperti Pasar Digital (multichannel marketplace), Bonum (kasir digital), Qren (pembayaran digital).


Kadis Koperasi Pematang Siantar, Herbert Aruan pun menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan dari PT Telkom tersebut. 


Bahkan ia menyampaikan selisih jasa uang yang dipinjamkan lewat program PT Telkom tersebut jauh lebih rendah dibandingkan program sejenis di Dinas Koperasi.


Usai penyerahan bantuan, para pelaku UMKM pun mendapatkan pembekalan tentang Ekonomi Digital yang dipaparkan oleh Kadis Koperasi Pematang Siantar.


Ia menerangkan, UMKM seharusnya tidak lagi kekurangan modal dengan banyaknya dukungan dari sejumlah instansi, dari pusat, BUMN hingga perusahaan Swasta. 


Termasuk Telkom, dengan sistem masing-masing.


"Dengan bunga pinjaman 6 persen pertahunnya, di dinas koperasi sebulan lalu juga ada penyaluran dana Rp 804 Juta dengan bunga 6 persen," sampainya.


Ia pun mengingatkan agar pelaku UMKM yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya 


"Terima pinjaman, jangan disimpan di bawah bantal, tapi dilipatgandakan lewat usaha yang sudah disampaikan dalam proposal yang diajukan dan disetujui," ujarnya mengingatkan.


Tak lupa ia juga mengingatkan agar mengutamakan penggunaan  produk lokal guna menekan inflasi. 


"Kembangkan usaha dan kreatifitas menuju UMKM naik kelas, dengan pemanfaatan market place," sampainya. (Ari)