DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Selasa, 10 Januari 2023, 23:14 WIB
Last Updated 2023-01-10T16:14:16Z
NasionalPemiluPolri

Polri Bahas Berita Hoax Jelang Pemilu 2024

Polri saat menggelar Rakor bersama KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers. (Foto/Poldasu)

Jakarta – nduma.id


Menjelang Pemilihan Umum serentak tahun 2024 mendatang.


Polri bersama KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers menggelar rapat koordinasi.


Pada rapat itu, Polri diwakili Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.


Berdasarkan riset dari Kominfo, memasuki tahun politik, penyebaran berita bohong atau hoax semakin banyak di media sosial.


"Polri telah menyiapkan operasi pengamanan Pemilu 2024 dengan sandi Operasi Mantap Brata," kata Dedi di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa (10/1/2023).


Karena itu Dedi berharap pertemuan antar stakeholders rutin dilakukan guna membahas persiapan pengamanan Pemilu 2024.


"Diharapkan pertemuan ini tidak berhenti disini dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.


Untuk Polri, Dedi mengaku akan menggelar forum group discussion di ikuti 34 Polda secara hybrid, untuk membahas langkah edukasi kepada masyarakat agar dapat menyaring informasi atau berita hoax jelang pemilu.


"Januari ini akan mengadakan FGD dan diikuti oleh 34 Polda secara hybrid untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menyikapi berita-berita hoax menjelang pemilu," katanya.


Wakil Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya mengatakan, dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu 2024, pihaknya sudah melaksanakan penandatanganan MoU dengan Bawaslu terkait dengan kasus-kasus sengketa pers.


Anggota Dewan Pers, Yadi Hendriana mengatakan, Dewan Pers sudah menyiapkan 20 orang yang tergabung dalam tim pengaduan dalam persiapan pemilu 2024, dengan proyeksi 1.500 pengaduan di tahun 2023.


"Baru saja dirilis bahwa twitter akan lebih ketat dalam hal pengawasan, namun diantisipasi terkait dengan pengalihan pemberitaan di instagram dan TikTok," katanya.


KPI melalui Wakil Ketuanya, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan, jelang pelaksanaan Pemilu 2024, nantinya akan banyak TV digital yang hadir dan belum sepenuhnya dalam pengawasan KPI.


"Sudah dilakukan rapat pleno dan sudah dibahas terkait anggaran pengawasan TV digital yang akan menyiarkan tahapan pemilu," ujarnya.


KPI juga akan memberikan sosialisasi kepada KPID agar berkolaborasi dengan KPU dan Bawaslu guna mencegah adanya penyiaran yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran Pemilu.


Perwakilan KPU, Dohardo Pakpahan mengharapkan media turut mengawal dan tidak memberi benturan dengan instansi yang lain jelang pemilu 2024.


MoU juga sudah dilakukan dan diharapkan terjadi sinergitas mewujudkan pemilu 2024 yang damai dan sejuk.


Sedangkan Bawaslu menyampaikan pihaknya akan membahas antisipasi adanya kampanye yang curi start dan di luar jadwal.


Hal ini dilakukan agar tak ada gesekan.


Bawaslu juga sudah berkoordinasi dengan Kominfo guna mengatur banyaknya media digital.


Perwakilan KPI, Nurjaman Mochtar mengatakan, fenomena yang terjadi saat ini di media sosial adalah konten dibalas dengan konten.


Untuk itu, KPI meminta Dewan Pers sebaiknya membuat Undang-undang terkait dengan media sosial atau peraturan dewan pers bagi yang melakukan siaran di siaran lainnya.


Penulis : Rudi

Editor : Novel