Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 24 Februari 2023, 10:05 WIB
Last Updated 2023-02-26T03:16:52Z
DairiSepaatu TenunUlos Silalahi

Sepatu Tenun Silalahi Ramaikan Event Balap Dunia F1H20 Lake Toba

Sepatu produck Aur koleksi Toluhuta Collection . (Foto/Istimewa)


DAIRI, Sidikalang – nduma.id


Sepatu berbahan Tenun Ulos Silalahi dari Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi ikut meramaikan Event Balap Dunia F1H20 Lake Toba pada 24 sampai 26 Februari 2023 mendatang.


Sepatu itu produksi brand Aur koleksi Toluhuta Collection.


Dimitria Tabitha, pendiri brand Aur mengaku, produk itu hasil kolaborasi dengan brand sepatu From Finest Creatures (FFC), akan di pamerkan di acara Dairi’s Cultural Night Dinner, 25 Februari 2023 di Toba Ballroom Labersa Hotel, Kabupaten Toba.


“ Kolaborasi ini didasarkan atas persamaan visi dan misi antara Aur dan FFC. Kami menggandeng Aris Soenjoto selaku pemilik sekaligus designer dari FFC yang sudah memiliki pengalaman dalam membantu proyek brand-brand ternama seperti KITH, Atmos, Justin Bieber, New Balance, dan beberapa brand lainnya,” kata Dimi, panggilan akrab Dimitria, Kamis (23/2/2023)


Sepatu itu berbahan upcycle material, contohnya footbed dan lining.


Material upcycle adalah bahan sisa atau yang sudah tidak dipakai oleh brand-brand lain sehingga tidak ada bahan yang terbuang.


“Jadi gak ada bahan yang dibuat baru, tapi kita cari bahan yang bakal dibuang, bersihin, testing, dan produksi. Solnya sendiri dibuat dari karet yang merupakan bahan natural. Selain itu liningnya terbuat dari satin yang merupakan material yang lebih mewah,” kata gadis alumni S1 dan S2 Inggris ini.


Selain sepatu, Dimi mengatakan akan mengembangkan produk-produk turunan lain berbahan tenun.  


Kedepan diharapkan produk-produk berbahan tenun dapat diakui, dibanggakan, dan dipakai secara masif oleh semua kalangan khususnya anak muda, seperti halnya batik.


Aur dan FFC dikatakan bentuk simbiosis mutualisme dan bisa memberdayakan lebih banyak orang.


Proses pembuatan bahan atas sepatu dilakukan menggunakan tangan sehingga kuantitas yang dihasilkan lebih terbatas.


Aur dan FFC berkolaborasi karena ingin membuat produk-produk diversifikasi dari tenun yang dapat dipakai oleh siapa saja dari semua kalangan.


Koleksi pertama yang merupakan hasil kolaborasi Aur dengan FFC bernama “Toluhuta Collection”.


Nama Toluhuta terinspirasi dari kata sitolu huta yang artinya adalah 3 kampung.


“Karena tenun yang kita angkat berasal dari 3 daerah yaitu Silalahi, Paropo, dan Tongging yang letaknya berdekatan, di tepi Danau Toba. Tenun tersebut unik karena merupakan perpaduan dari adat beberapa suku Batak yakni Pakpak, Toba, Simalungun, dan Karo sehingga menciptakan motif-motif yang mencerminkan perpaduan tersebut. Tolohuta Collection tersedia dalam 2 warna yaitu olive dan dusty blue,” Dimi.


Penulis : Raden

Editor : Rudi