Demokrat

Demokrat

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Kamis, 21 Maret 2024, 15:58 WIB
Last Updated 2024-03-21T13:20:52Z
DemonstrasiKapolriMahasiswaNasionalPolisi

Aliansi Mahasiswa Sumut Aksi di Mabes Polri Minta Copot Kapoldasu

Aksi demonstrasi di gelar Aliansi Mahasiswa Sumatra Utara Bersatu di Mabes Polri. (Foto/Ari).

JAKARTA - nduma.id.


Aksi demonstrasi di gelar Aliansi Mahasiswa Sumatra Utara Bersatu di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2024.


Dengan membawa spanduk dan pengeras suara, para pemuda itu menyampaikan pernyataan sikap mereka sebagai tuntutan aksi unjuk rasa.


“Berantas Narkoba agar generasi bangsa tetap sehat dan maju,” kata Andri Napitupulu.


Mahasiswa Universitas Simalungun (USI) di kota Pematangsiantar ini tampak berorasi menggunakan pengeras suara, menyampaikan tuntutan.


"Copot Kapolda Sumatera Utara,” tandas Andri.


 Andri Napitupulu, yang juga menjabat sebagai Sekjen Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Sianțar – Simalungun ini terlihat sempat memimpin aksi dengan berorasi.


Andri Napitupulu juga di kenal sebagai aktivis yang tergabung di Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi)


“Mari hidup tanpa Narkoba karena Narkoba merajalela masyarakat sengsara, Copot Kapolda Sumatera Utara,” teriaknya.


Andri Napitupulu mengatakan di Tahun 2023, ada 3.633 orang pengguna Narkoba di Sumut dengan rincian data "82,4 % pemakai antara usia 15 hingga 35 tahun, dan persentase pengedar 47,1 % serta kurirnya 31,4 %.


Dalam aksi itu, 5 tuntutan para mahasiswa adalah :


1. Menduga bahwa penyaluran narkoba jenis sabu-sabu yang tersebar di Sumatera Utara terbukti dari survey beberapa mahasiswa pada tahun 2023 dari media kompas menyatakan bahwa Sumut peringkat 1 pengguna narkoba di Indonesia.


2. Menduga bahwa lokasi penyebaran narkoba terbesar di daerah Sumatera Utara berada di beberapa titik kota yakni, tanjung balai,deli Serdang,Medan , Sibolga, Labuhan Batu, pematang Siantar, dan Simalungun.


3. Mencekam bahwa kepala kepolisian Sumatera Utara tidak mampu untuk memberantas bandar narkoba di sumatera utara.


4. Menduga bahwa kepala kepolisian Sumatera Utara telah mendapat setoran dari bandar narkoba yang kita ketahui inisial oyok cs.


5. Mendesak Kapolri agar mencopot Kapolda Sumut, karena masyarakat Sumut sudah sangat sengsara melihat banyaknya pemakai Narkoba melakukan tindakan kriminal, contohnya mencuri, menjual rumah, bahkan melakukan pembegalan di jalan.


Penulis: Ari

Redaktur : Rudi