Demokrat

Demokrat

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Minggu, 12 Mei 2024, 18:29 WIB
Last Updated 2024-05-12T11:29:05Z
SiantarWaisak

Full Senyum, Sekda Buka Pentas Seni dan Bazaar Waisak Perguruan Buddhist Manjusri Pematangsiantar

Sekda di acara Waisak. (Foto/Istimewa).

SIANTAR - nduma.id


Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Ketua Dekranasda H Kusma Erizal Ginting SH membuka Pentas Seni dan Bazaar Waisak 2568 BE/2024 Perguruan Buddhist Manjusri Pematangsiantar, di Lapangan Yayasan Perguruan Buddhist Manjusri, Jalan Gunung Sipiso-piso Pematangsiantar. Minggu, 12 Mei 2024.


Junaedi menyampaikan titip salam dr Susanti yang seyogianya ingin hadir langsung. 


Namun karena ada agenda di luar kota, sehingga didelegasikan kepada Junaedi untuk mewakilinya.


dr Susanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Junaedi mengatakan, selaku Wali Kota dan atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar ia sangat mengapresiasi seluruh jajaran Perguruan Buddhist Manjusri Pematangsiantar dan panitia, atas terselenggaranya kegiatan Pentas Seni dan Bazaar Waisak.


Menurutnya, pentas seni mempunyai arti penting guna mengoptimalkan generasi muda dalam bermasyarakat dan berkebangsaan. 


Tujuannya, membangkitkan seni dan budaya di wilayah Kota Pematangsiantar melalui kreasi, inovasi, dan kolaborasi yang diharapkan terwujud dan terbentuknya karakter dan jati diri para generasi muda.


Pembinaan generasi muda, lanjutnya, harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara bersungguh-sungguh, melalui berbagai aktivitas yang mampu mengembangkan sikap dan jati diri seorang anak.


"Maka dari itu, pembinaan dan pengembangan generasi muda sangatlah penting. Karena masa depan suatu bangsa ada di tangan generasi muda. Karenanya, kami mengharapkan kegiatan pentas seni ini dapat menjadi pembinaan terhadap generasi muda yang akan menjadi sumber daya insani yang cerdas dan berkualitas," sebutnya.


Untuk mewujudkan pembinaan generasi muda, kata dr Susanti dalam sambutan tertulisnya, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah, tetapi perlu peran serta dan partisipasi orang tua, pendidik, serta masyarakat, agar terbangun generasi pelanjut estafet perjuangan bangsa, yang memiliki fisik dan mental yang kuat, tangguh, sehat, cerdas, dan terampil.


Masih kata dr Susanti dalam sambutan tertulisnya, dengan adanya stand bazar, siswa dan pelaku UMKM bisa memamerkan dan menjual hasil kerajinannya, sekaligus memasarkan kebolehan di bidang kuliner. 


"Mari kita manfaatkan momen-momen seperti ini untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan kewirausahaan, karena kegiatan ini juga akan meningkatkan jiwa wirausaha bagi para siswa, jiwa kemandirian dan bekerja serta belajar keras, yang merupakan wujud kecakapan hidup yang harus dibangkitkan," ajaknya.


dr Susanti menilai, bazar merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk menguatkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. 


"Jadi, pentas seni dan bazar yang dilaksanakan di sekolah ini sungguh mencerminkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila yang menunjukkan semangat gotong-royong, kreatif, dan mandiri. Di sisi lain melalui kegiatan bazar Waisak ini juga diharapkan akan tercipta komunikasi, transaksi, dan interaksi yang harmonis dalam menjalin rasa kebersamaan dan sepenanggungan," tukasnya.


Sementara itu, Ketua dan Penasehat Maju Bumi Kota Pematangsiantar Prof Dr Darwin Lie SE MM, mengatakan peringatan Waisak begitu penting. 


Karena merupakan peringatan atas tiga momen penting dalam kehidupan. 


Yakni kelahiran Pangeran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama.


Tiga kejadian tersebut, yakni kelahiran, penerangan, kematian— terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak. 


"Peringatan Waisak dengan tujuan mengingat kembali ajaran sang Buddha, menyontoh perilaku sang Buddha, dan melaksanakan ajaran agama Buddha, bagi umat Buddha. Hal tersebut berarti menaati peraturan moral, seperti menghindari pembunuhan makhluk hidup, mencuri, berbuat asusila, berbohong, dan mabuk-mabukkan," terangnya.


Sebelumnya, pengurus Yayasan Perguruan Buddhist Manjusri Pematangsiantar, Chandra menerangkan sejarah Yayasan Perguruan Buddhist Manjusri yang berdiri sejak tahun 1987. Hingga sekarang sudah 37 tahun usianya. 


"Dan pendidikan yang kita terapkan saat ini, kita tidak hanya menekankan ilmu pengetahuan. Karena bagi kami yang lebih penting adalah budi pekerti. Itu yang kita tegaskan untuk beberapa tahun ini," kata Chandra. 


Dalam kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan Perayaan Hari Besar Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 dirangkai dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa- siswi tingkat TK, SD, SMP, dan SMK, serta guru dan orang tua siswa Perguruan Buddhist Manjusri. 


Kegiatan tersebut, katanya, dilaksanakan rutin setiap tahun di sekolah.


Hadir dalam acara tersebut, Suhu Cong Chen Mahastavira, Suhu Wu Chen, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar Drs Julham Situmorang MSi, Camat Siantar Selatan Pedi Arianto Sitopu SE MSI, Ketua Walubi Siantar - Simalungun Susanto, Ketua Panitia Sukman Aguspian SPd, para guru, orang tua, dan siswa-siswi. 


Penulis : Ari

Redaktur : Rudi