Halim Lumban Batu

Halim Lumban Batu

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala

Pemko Siantar

Pemko Siantar
Jumat, 14 Juni 2024, 21:40 WIB
Last Updated 2024-06-15T02:43:20Z
FetivalKopiPakpak BharatPetani

Festival Kopi Pakpak Bharat, Dorong Kejayaan Kopi Pakpak

Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu. (Foto/Dok. Kominfo Pakpak Bharat).

Pakpak Bharat – nduma.id


Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024 berlangsung di Kecamatan Siempat Rube. Jumat 14 Juni 2024.


Festival Kopi Pakpak Bharat yang ke dua kali ini, dilaksanakan guna menggali kembali kejayaan kopi Pakpak yang pernah tersohor beberapa waktu silam.


Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, yang hadir dalam acara tersebut memberikan sambutan dan memotivasi para petani kopi serta memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.


"Nilai kopi yang melambung tinggi belakangan ini, mau tidak mau terus mendorong minta dan animo masyarakat Pakpak Bharat untuk bertani kopi," ujarnya dalam sambutannya.


Meskipun tanaman kopi telah mengalami peningkatan dari segi luasan, namun Ia berharap ahli-ahli tanaman kopi bisa mengedukasi masyarakat tentang bertani kopi yang baik.


“Sehingga perluasan areal kopi juga diimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas kopi yang dihasilkan, di samping peningkatan kuantitas produksi kopi tentunya,” ujar Jalan Berutu.


Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024 ini juga diisi dengan seminar dan diskusi mengenai tanaman kopi.


Acara ini berhasil menghadirkan banyak ahli kopi di antaranya Walmanso Simbolon, seorang petani yang konsisten pada budidaya kopi sejak puluhan tahun lalu, serta Dr. Gunawan Djajakirana, seorang pakar Ilmu Tanah di IPB University, Bogor-Indonesia.


Ia adalah sosok peneliti yang penting dan banyak dikenal di Indonesia, dengan minat penelitian yang mencakup perubahan tanah, lahan gambut, emisi gas rumah kaca, siklus unsur hara, zeolit, dan zat humat.


Tanaman kopi bagi masyarakat petani di Kabupaten Pakpak Bharat sejatinya bukanlah jenis tanaman baru.


Hampir seluruh petani di Kabupaten ini memiliki tanaman ini, baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri.


Tanaman kopi sempat dikesampingkan oleh para petani, diganti dengan komoditas lain, dibiarkan terbengkalai disebabkan menurunnya nilai jual kopi.


Namun, belakangan ini, tanaman kopi kembali menjadi primadona seiring meningkatnya nilai jual kopi yang mau tidak mau mendorong kembali minat para petani untuk membangun kembali kejayaan kopi yang pernah tenar hingga mancanegara ini.


Melalui acara Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024, semoga para petani kopi dari Kabupaten Pakpak Bharat dapat mempelajari teknik-teknik bertani kopi yang baik dan efektif, serta lebih memahami bagaimana menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik.


Penulis : Rudi

Redaktur : Son