Tirta Nciho

Tirta Nciho

Pemko Siantar

Rabu, 30 Juli 2025, 15:11 WIB
Last Updated 2025-07-30T08:13:33Z
DairiGagal PanenKemarauPanganPertanian

Kemarau Panjang Ancam Petani Dairi Gagal Panen

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Kemarau panjang sejak Mei 2025 berpotensi bikin petani di Kabupaten Dairi Sumatera Utara gagal panen.


Hal ini pun menjadi perhatian dari Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP2) Kabupaten Dairi, Robot Simanullang.


Katanya, sudah ada beberapa petani yang mengeluh.


"Beberapa petani sudah mengeluhkan kepada kita. Hampir semua sebenarnya, termasuk holtikultura," sebut Robot Simanullang. Selasa (29/7/2025).


Ia khawatir musim kemarau ini akan mengganggu target dari program ketahanan pangan yang sedang berjalan.


"Kemaren kita bantu 1.882 hektar bibit padi gogo, padi darat. Yang mestinya itu sudah tanam Minggu ini, tapi akhirnya kita tunda sampai turunnya hujan," ujarnya.


Informasi yang didapatnya banyak petani jagung yang terancam gagal panen.


Dan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan melalui penyuluh di lapangan.


"Apabila nanti memang benar-benar gagal panen, kita akan coba bicara dengan pemerintah provinsi atau pusat. Manakala bisa dibantu, sekedar meringankan," terang Robot.


Dari pantauan di lapangan, beberapa petani sampai melakukan penyiraman di sore hari akibat dari cuaca ekstrim belakangan ini.


"Takutnya mereka nanti, tomat, kubis itu berpotensi gagal panen. Sehingga mereka melakukan penyiraman di sore hari. Karena kubis kan sekarang lumayan harganya, 3 ribu per kiloan," ujar Robot.


Bahkan ia sampai turun ke Desa Parbuluan untuk mendampingi para petani melakukan penyiraman ketika matahari mulai terbenam.


Debit air saluran irigasi disebut juga relatif berkurang. 


Seperti di Bulu Duri, Lae Parira, dan juga Sumbul.


Untuk itu Kadis PKP2 itu mengimbau para petani untuk melakukan pembagian air secara bergiliran dan juga memanfaatkan sumber-sumber air yang bisa dipompa.


Dirinya juga sudah mengimbau kepada kepala desa dan camat supaya mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).


"Supaya mereka sepakati pembagian air. Sehingga jangan ada gagal panen sawah," tutur Robot Simanullang.


Ia juga mengimbau para petani untuk merawat bumi dengan cara menanam tanaman produktif yang bisa menahan air.


Di Kecamatan Sumbul juga dalam Minggu ini rencananya jika turun hujan akan dilakukan penanaman padi sawah di lahan seluas 280 hektar yang sebelumnya ditanami jagung.


"Kita jagalah swasembada pangan," tegasnya.


Terkait irigasi yang rusak, katanya di bulan Agustus akan dilakukan perbaikan irigasi tersier seluas 500 hektar melalui dana APBN, dan dikerjakan langsung oleh petani.


Jika sampai para petani mengalami gagal panen, menurut Kadis Pertanian itu, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap penghasilan para petani.


"Belum lagi jagung. Jagung kita itu kan luas tanamnya 23 lebih. 23 ribu hektar. Kalau 23 ribu hektar gagal panen, petani kita akan bangkrut," bebernya.


Maka dari itu ia melakukan komunikasi intens kepada pemerintah provinsi maupun pusat.


"Manakala nanti ada saya temukan petani-petani gagal panen, kalau bisa dibantu pemerintah. Paling tidak dalam bentuk bibit," pungkas Kadis PKP2 itu.


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi