![]() |
| Petugas polisi dari Polres Dairi saat mengamankan massa yang anarkis. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Ratusan massa dari Desa Parbuluan VI melakukan aksi demo di depan Mapolres Dairi, Jalan Sisingamangaraja - Sidikalang. Rabu, 12 November 2025.
Kedatangan massa terkait penangkapan yang dilakukan Polisi terhadap Ketua PETABAL (Pejuang Tani Bersama Alam)
Pangihutan Sijabat, terduga dalam kasus pembakaran aset PT GRUTI (Gunung Raya Utama Timber), beberapa waktu lalu.
Pangihutan ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Dairi pada Rabu pagi sekitar pukul 07:30.
Mengetahui ketuanya ditangkap, massa kemudian mendatangi Polres Dairi sekitar pukul 10:00 WIB dengan tujuan meminta Polres Dairi membebaskan Pangihutan Sijabat.
Massa yang datang kemudian diterima oleh Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan beserta jajaran.
Dihadapan Kapolres, massa kemudian menyampaikan tuntutan mereka.
"Ditangkap orang ini ketua kita, Pangihutan Sijabat. Sekarang kita minta dibawa ke sini. Sehatnya ketua kita?" teriak salah satu orator dalam aksi.
"Bebaskan ketua kami, bebaskan ketua kami," ujar massa menimpali.
Saat Kapolres hendak menenangkan massa, dan menjelaskan keadaan Pangihutan usai ditangkap, saat itulah situasi mulai memanas dan kericuhan pun tak terelakkan.
"Tersangka yang diamankan dalam keadaan sehat," ujar Otniel menjelaskan.
Massa yang tetap ngotot agar Pangihutan dibebaskan, seketika mendorong Kapolres disertai lemparan batu dan botol dari arah belakang kerumunan kepada para petugas.
Sempat terdengar tembakan peringatan ke udara yang dilakukan petugas untuk meredam aksi massa, namun kericuhan tetap berlanjut.
Petugas bahkan disiram dengan air yang diduga air cabai yang telah disiapkan oleh massa.
Sepuluh petugas diketahui mengalami luka akibat lemparan batu dan botol.
Kericuhan berakhir setelah Polisi mengamankan sejumlah pelaku pelemparan.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
