![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi berencana mengajukan permohonan rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak akibat terbakar beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing, saat ditemui di kantornya, di Jalan Pandu, Bintang Hulu, Sidikalang. Jumat 6 Februari 2026.
Menurut keterangan yang disampaikan Jaspin, pihaknya telah membuat proposal ke kementerian terkait, yang menangani bencana non-alam.
"Kita sudah buat permohonan ke Kementerian yang menangani bencana non-alam untuk pembangunan itu dan ditandatangani oleh pimpinan daerah, kepala daerah," kata Jaspin saat ditemui di ruang kerjanya.
"Sudah kita buat proposalnya. Berapa unit yang terbakar, berapa ruang kelas, ruang guru, serta ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah.red)," imbuhnya.
Rencananya, ia juga akan menyampaikan langsung tentang hal itu ke Jakarta.
"Dan itu akan kita sampaikan, sekalian saya ke Jakarta untuk menyampaikan itu ke kementerian," terangnya.
"Lusa, hari Minggu nanti saya berangkat ke Jakarta," lanjutnya.
Jaspin juga mengatakan kalau pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD).
"Ke Badan Penanggulang Bencana Daerah sudah kita sampaikan juga. Mungkin bisa mereka bantu," kata Jaspin.
Ia juga berharap pelaksanaan rehabilitasi sekolah-sekolah yang terbakar tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.
Di tengah situasi efisiensi anggaran saat ini, saat ditanya tentang kemungkinan penggunaan anggaran daerah untuk merehabilitasi bangunan sekolah tersebut, Kadis Pendidikan itu mengatakan akan mengupayakan hal itu juga agar bisa dimasukkan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) nanti.
"Kalau untuk dianggarkan di daerah, kita lihat nanti di perubahan. Karena di perubahan akan kita bicarakan juga, kita sampaikan ke tim anggaran. Tetap kita upayakan," jelasnya.
Ia juga memastikan kalau proses belajar mengajar tidak terganggu.
"Sejak kebakaran, untuk proses belajar mengajar itu double shift. Kelas 1, 2, 3 pagi hari dan siang hari kelas 4, 5, 6," ungkapnya.
"Proses belajar mengajar tidak terganggu. Kita antisipasi sampai ada pembangunan yang baru," pungkas Kadis Pendidikan itu.
Sebelumnya diberitakan, 2 unit sekolah, yakni SD Negeri 030324 Tanjung Saluksuk, Kecamatan Pegagan Hilir dan SD Negeri 033929 Huta Ginjang, Kecamatan Silima Pungga-Pungga terbakar pada 5 Januari 2026 dan 26 Januari 2026 lalu.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah rusak parah.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
