![]() |
| Ketua DPC GMNI Kabupaten Dairi, Andi Silalahi. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Kasus dugaan penipuan oleh oknum Direktur Administrasi Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Dairi, berinisial DSN, disoroti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Dairi.
Kasus ini dinilai GMNI Dairi menciderai program prioritas Bupati Dairi Vickner Sinaga.
"Naik Kelas sebagai jargon Bupati Dairi berujung malapetaka, Perumda Pembangunan bermasalah," ujar Ketua DPC GMNI Dairi, Andi Silalahi, Rabu (4/2/2026).
Menurut Andi, Perumda Pembangunan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang baru saja dibentuk, telah melenceng dari tujuan mulianya akibat ulah oknum.
Tujuan yang seharusnya untuk memberikan kemanfaatan umum, dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat malah memberikan kinerja jelek.
"Saat ini program kerja tersebut dinilai gagal. Minimnya aktivitas ataupun kinerja yang dilakukan Perumda Pembangunan, belum memberikan dampak terhadap pembangunan Dairi," cetusnya.
Ditambah lagi dengan adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu oknum Direktur Perumda itu.
"Ia diduga melakukan tipu muslihat terhadap beberapa orang yang ingin mendapatkan lapangan kerja di instansi Perumda Pembangunan. Untuk bekerja mereka dimintai hingga puluhan juta per orang, hingga akhirnya kedok kebohongan terungkap," terang Andi.
Andi sangat menyayangkan dan juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh DSN.
"Saya sebagai Ketua GMNI Kabupaten Dairi, yang fokus sebagai organisasi kontrol sosial, sangat menyayangkan tindakan DSN sebagai Direktur Administrasi Umum, malah melakukan tindakan yang tidak terpuji. Kami mengecam tindakan DSN yang menciderai kepercayaan lembaga instansi pemerintah, karena telah melakukan suatu tindakan yang melanggar hukum," ucapnya.
"Menggunakan jabatan publik untuk mendapatkan keuntungan dengan memberikan harapan palsu terhadap beberapa orang," lanjut Andi.
Dengan kejadian ini, Ketua GMNI Dairi itu dengan tegas meminta Bupati agar mengevaluasi seluruh struktur yang membidangi Perumda Pembangunan, yang telah menciderai kepercayaan publik.
Ia berharap masalah ini bisa segera ditangani oleh aparat penegak hukum.
"Kami minta usut tuntas kasus ini dengan terang benderang agar menimbulkan efek jera dan antisipasi kejadian serupa bagi seluruh instansi Pemkab Dairi," tegas Ketua GMNI Dairi itu.
"Kami inginkan instansi ini dapat berbenah dan fokus menjalankan amanah sebagai garda utama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berperan dalam mendukung pembangunan daerah serta pelayanan publik," harapnya.
Ketua GMNI Dairi itu juga meminta Bupati Dairi untuk tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran etik yang dilakukan oleh pejabat publik.
Sebelumnya, Sabtu pekan lalu, sejumlah orang mendatangi kantor Perumda Pembangunan Dairi.
Mereka mengaku diminta uang oleh oknum Direktur Perumda Pembangunan Dairi berinisial DSN dengan janji akan direkrut bekerja sebagai pegawai Perumda Pembangunan Dairi.
Data yang didapat Dirut Perumda Pembangunan Dairi, Thamrin Pandiangan, ada kisaran 17 orang yang sudah memberikan uang.
Besarannya bervariasi, antara 10 sampai 35 Juta Rupiah per orang.
Saat ini oknum DSN diusulkan untuk diberhentikan dari jabatannya.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
.jpg)