Siantar

Siantar
Rabu, 18 Februari 2026, 21:55 WIB
Last Updated 2026-02-20T10:20:58Z
InflasiRanadhanSiantar

Siap Hadapi Idul Fitri 1447 H, Pemko Pematangsiantar Gelar FGD Tracking Inflasi

Suasana FGD tracking inflasi menjelang HBKN IdulFitri 1447 H di Kantor BI Pematangsiantar, Rabu 18 Februari 2026. (Foto/Ari).

Pematangsiantar - nduma.id


Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi. 


Acara yang digelar di Aula TB Simatupang Lantai 4 Kantor Perwakilan BI Jalan H Adam Malik, Rabu 18 Februari 2026 dihadiri oleh perwakilan Wali Kota Wesly Silalahi, Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang, dan Kepala Perwakilan BI Ahmadi Rahman.

 

Dalam acara itu Ahmadi Rahman mengungkapkan bahwa tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar tahun ini berada di atas target nasional sebesar 2,5±1%. 


Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi adalah emas perhiasan, tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri, sementara yang mengalami deflasi antara lain cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, dan kangkung.

 

"Di dua bulan pertama 2026, beberapa komoditas masih dalam tren harga tinggi. Kita perlu mengendalikan inflasi sedini mungkin, terutama untuk komoditas pokok jelang Lebaran seperti telur, beras, dan daging ayam ras," jelasnya.

 

Tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), potensi penurunan produksi akibat cuaca basah hingga tengah tahun, serta perluasan sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

"Pasar GPM sebaiknya dilakukan secara serentak di pasar tradisional, Toko Pantau Inflasi (Topis), dan Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih. Cold storage juga menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan stabilitas pasokan pangan," tambah Ahmadi.

 

Sekda Junaedi Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa meskipun Kota Pematangsiantar mengalami deflasi month to month (mtm) dan penurunan year over year (yoy), laju inflasi masih perlu ditekan agar sesuai target nasional.

 

"Rencana pembangunan cold storage sudah dicanangkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Teknis peletakan akan kita tindaklanjuti bersama PD PHJ dan TPID, dengan referensi data dari BPS untuk menentukan komoditas dan jadwal intervensi harga," ucapnya.

 

Ia menegaskan bahwa Pasar Murah akan dilaksanakan secara langsung oleh pedagang yang bekerja sama dengan Pemko. 


"Ini adalah langkah nyata agar pedagang ikut berperan dalam menjaga stabilitas harga," tegasnya.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung menambahkan, cold storage yang sudah dipesan akan tiba pada tanggal 10 Maret mendatang. 


"Kelompok tani mitra juga telah menjual komoditas cabai merah langsung ke masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Cold storage ini akan membantu menjaga kesegaran komoditas," katanya.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing menyampaikan bahwa pihaknya telah memfasilitasi website aplikasi TPID Pematangsiantar, yang menginput harga 14 komoditas setiap hari pukul 07.00 – 11.00 WIB.

 

"Aplikasi memiliki tiga indikator: normal, siaga, dan waspada. Nantinya kita akan tambahkan fitur perbandingan bulanan dan diagram data up to date untuk memudahkan pemantauan," jelasnya.

 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyarankan agar intervensi pasar murah dilakukan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas agar lebih terpusat di lokasi perdagangan. 


Ia juga mengusulkan pembuatan kios TPID untuk pengendalian inflasi yang lebih langsung.

 

Perwakilan BPS menambahkan bahwa jelang puasa dan Lebaran, lima komoditas yang biasanya memengaruhi inflasi adalah cabai merah, bawang merah, telur, daging ayam ras, dan cabai rawit. 


"Semoga kita bisa terus menekan inflasi hingga mengalami deflasi di bulan depan," harapnya.


Penulis : Ari

Redaktur : Rudi