![]() |
| Delphi Masdiana Ujung didampingi Pana Akbar Simatupang saat memberi keterangan kepada awak media. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait kejadian dugaan keracunan setelah mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis pada 10 dan 11 Februari 2026 lalu.
Saat itu sekitar 280 siswa dari dua SMK swasta di Dairi, yaitu SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang, terpaksa dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya karena gangguan pencernaan.
Delphi Masdiana Ujung, selaku mitra BGN (Badan Gizi Nasional), atau pemilik dapur MBG, didampingi pihak Yayasan Vidya Wira Satya, Pana Akbar Simatupang menyampaikan klarifikasinya kepada awak media, bertempat di SPPG Sidikalang 3, Jalan Palapa No. 7, pada Jumat sore, 27 Februari 2026.
Delphi sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menyampaikan ungkapan rasa keprihatinannya atas peristiwa memilukan itu.
"Kejadian waktu itu betul-betul membuat kami sangat terpukul. Dan kami sangat prihatin dengan kondisi anak-anak," ucap Delphi.
Ia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para siswa, orang tua dan kepada seluruh pihak yang terdampak.
"Kenapa kami tidak memberikan tanggapan ataupun keterangan pada saat kejadian dua Minggu lalu, karena kami merasa kurang etis ataupun kurang tepat kalau kami langsung memberikan tanggapan pada saat itu," imbuhnya.
Menurutnya, kejadian itu merupakan musibah yang sama sekali tidak diharapkan.
"Atas kejadian itu kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada anak-anak kami dan semua pihak. Kejadian itu benar-benar sangat kami sesalkan," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak dapur telah menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur), mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, sampai pada tahap pendistribusian.
" Kami tidak mungkin punya niat untuk menyakiti anak-anak kami," lanjutnya.
Bahkan menurutnya, dari BGN sendiri telah menempatkan 3 orang di SPPG tersebut untuk melakukan pengawasan, yakni Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.
"Kami bukan mencari pembenaran ataupun pihak yang mau disalahkan. Tapi kami selalu berupaya melakukan pengawasan setiap alur sesuai dengan SOP," terang Delphi.
Atas kejadian itu, pihaknya menjadikan hal itu sebagai koreksi dan evaluasi, untuk perbaikan ke depannya.
Delphi Masdiana Ujung juga mengatakan kalau pihaknya akan lebih ketat lagi dalam pengawasan dan penerapan SOP.
"Kalau pemerintah masih mempercayai dapur kita ini untuk beroperasi lagi, kita akan meningkatkan pengawasan. Bahkan bila perlu mungkin nanti kita akan mendampingi langsung penerima manfaat saat makan di sekolah. Jadi kalau ada yang harus dikoreksi, kita bisa mengambil langkah pada saat itu juga. Dan kita bisa langsung mengimbau untuk tidak membawa makanan pulang ke rumah," ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada para siswa penerima manfaat untuk tidak mengkonsumsi menu MBG yang didistribusikan jika sudah mencium bau tak sedap atau dianggap sudah tidak layak.
"Kami selalu responsif terhadap setiap keluhan atau komplain. Jadi jika ditemukan sesuatu yang dianggap tidak layak pada menu MBG, langsung sampaikan kepada kami. Selama ini juga kami selalu mengevaluasi sekecil apapun komplain atau keluhan yang disampaikan," jelasnya.
Pana Akbar Simatupang, mewakili pihak Yayasan Vidya Wira Satya, menuturkan bahwa pihaknya telah memastikan bahwa dapur atau SPPG Sidikalang 3 telah melalui uji kelayakan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kita dari yayasan dengan kejadian kemarin merasa terkejut, karena sejak awal kita sudah lakukan uji kelayakan daripada dapur. Harapan kami dapur ini dapat beroperasi lagi secepatnya," tuturnya.
Pihak SPPG Sidikalang 3 memastikan bahwa setiap relawan di SPPG tersebut telah memiliki Sertifikat Penjamah Makanan, dan setiap relawan juga telah melalui pemeriksaan kesehatan.
Diketahui, SPPG Sidikalang 3 mendistribusikan menu MBG kepada 3276 penerima manfaat yang ada di 19 sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SLTA.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
