Siantar

Siantar
Rabu, 11 Maret 2026, 08:17 WIB
Last Updated 2026-03-11T02:02:16Z
BasarnasDairiHanyutPolriTNIToga Sinaga

Bocah Terseret Arus Ditemukan, PPTSB Dairi Sampaikan Duka Dan Apresiasi Tim Pencarian

Proses evakuasi korban dari dalam jurang oleh Tom SAR. (Foto/Istimewa).

Dairi - nduma.id


Setelah 3 hari melakukan upaya pencarian, bocah bermarga Sinaga terseret arus dan hanyut di Sungai Lae Sembelin Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara berhasil ditemukan.


Ketua Punguan Pomparan Toga Sinaga, Boru, Bere, Ibebere  (PPTSB) Cabang Dairi, Drs. Hendron Sinaga, membenarkan hal ini.


"Puji Tuhan sudah di evakuasi pagi dini hari tadi," tandas Hendron, Rabu pagi. (11/3/2026).



Mewakili keluarga besar PPTSB Kabupaten Dairi, ia menyampaikan duka mendalam atas musibah ini.


Endron juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dan unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).


Khususnya Bupati Dairi Vickner Sinaga yang terus memberikan perhatian sejak awal di kabarkan peristiwa ini, serta TIM SAR Kota Medan yang bergerak cepat melakukan pencarian.


"Kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, pemerintah kecamatan, desa, warga dan masyarakat, TNI, Polri, Basarnas, BPBD Dairi, dan semua pihak yang telah berkontribusi luar biasa selama proses pencarian, terima kasih kami sampaikan, Tuhan Memberkati," ujar Hendron.



Korban bernama FI Sinaga (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa malam pukul 23.20 WIB.


Korban tersangkut di jaring yang terpasang di lokasi dengan koordinat 2°51'34.656"N 98°5'3.102"E, sekitar 10 KM arah Barat Laut dari lokasi kejadian pertama hanyut.



Pada Rabu 11 Maret 2026 pukul 00.30 WIB korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.


"Dengan telah ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada pihak keluarga, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup, seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih," kata Frawiro Manullang, Tim Basarnas Kantor SAR Kelas A Medan.


Duka mendalam juga disampaikan Camat Silima Pungga-Pungga Edwin Nababan.


"Puji Tuhan, akhirnya korban FS warga Desa Bakal Gajah, Pelajar usia 12 Tahun telah ditemukan pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar Pukul 22.50 WIB di Sungai Jembatan Sopo Butar," tulis Edwin melalui pesan WhatsApp.


Korban kata Edwin rencananya akan langsung dikebumikan pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar Pukul 01.30 WIB.


"Turut Berduka Cita sedalam-dalamnya bagi seluruh keluarga besar yang ditinggalkan, Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan," ucap Edwin.



Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian meliputi Tim Rescue KPP Medan, Polsek Silima Pungga-Pungga, BPBD Kabupaten Dairi, perangkat desa, serta masyarakat dan keluarga korban.


Sedangkan alat dan perlengkapan yang digunakan dalam proses pencarian antara lain Rescue Car Carrier, Rescue Car Double Cabin, perahu rafting, perlengkapan air rescue, pendakian, medis, komunikasi, drone thermal, starlink, genset, dan APD pribadi.


Sebelumnya, korban yang merupakan siswa kelas 6 SD ini diketahui hanyut saat mandi bersama empat rekannya setelah pulang sekolah pada Minggu 8 Maret 2026 lalu sekitar pukul 11.00 WIB, dan tiba-tiba terbawa arus sungai.


Penulis : Rudi
Redaktur : Son