Siantar

Siantar
Minggu, 08 Maret 2026, 15:01 WIB
Last Updated 2026-03-08T09:32:52Z
. demonstrasiDairiKejaksaanMahasiswaPolri

Kecewa Kinerja Pemkab Dairi, GMNI Aksi Penyampaian Aspirasi di Hari Libur

GMNI Dairi saat melakukan aksi teatrikal dan berorasi di depan Kantor Bupati. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Dairi melakukan aksi teatrikal dan berorasi di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang. Sabtu, 7 Maret 2026.


Mereka melakukan aksinya sekitar satu jam, dimulai dari sekitar pukul 16:00 WIB hingga berakhir pada pukul 17:00 WIB.


Sambil membawa bendera organisasi dan membentangkan spanduk, mahasiswa memulai aksinya dengan berjalan kaki dari Gedung Nasional Djauli Manik menuju depan Kantor Bupati.


Dalam orasinya, mahasiswa menuntut kerja nyata dari Pemerintah Kabupaten Dairi.


"Dari banyaknya anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi, namun hanya kerja tebar pesona, hanya sorotan kamera. Kami hanya menginginkan kinerja Pemkab Dairi berdampak bagi kesejahteraan masyarakat," kata koordinator aksi sekaligus Ketua GMNI Dairi, Andi Silalahi dalam orasinya.


"Bupati Dairi mendapatkan prestasi tanpa aksi. Sanggup melukai hati rakyat dengan mengabaikan aspirasi yang sudah lama menjamur," ucap Sekretaris GMNI Dairi, Ilham Berampu saat berorasi.


Mahasiswa mengatakan kalau selama ini pemerintah daerah telah banyak mengabaikan aspirasi rakyat yang disampaikan.


"Selama satu tahun ini mereka menjabat, banyak keluh kesah atau aspirasi masyarakat yang kita sampaikan ke Kantor Bupati, tetapi tidak pernah ada tindak lanjut, maupun realisasi dari pemerintah," kata Andi saat diwawancara usai melakukan aksi.


Terkait pelaksanaan aksi yang dilakukan pada hari libur kerja, Andi mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka.


"Kami melakukan aksi pada Sabtu sore, yang kita ketahui sedang tutup kantor, karena selama ini kami melakukan aksi pada hari Senin, Selasa, sampai hari Jumat, tidak pernah ada titik terang. Selalu hanya jawaban-jawaban normatif. Ini kekesalan kami. Maka aksi ini kami lakukan sebagai tekanan publik kepada pemangku kebijakan," terangnya.


"Ini bukan tentang bagaimana kami memprovokasi, tapi bagaimana kami menyampaikan aspirasi," tambahnya.


Berikut 10 tuntutan yang disampaikan GMNI dalam aksi kali ini.


1. Mendesak Bupati dan Wakil Bupati Dairi mempertanggungjawabkan visi misi sebagai janji politik kepada masyarakat.


2. Menegaskan agar Pemkab Dairi fokus pada program prioritas kepentingan rakyat lewat perbaikan infrastruktur, peningkatan SDM, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penataan kota, menciptakan lapangan kerja dan menjamin stabilitas harga pasar komoditas hasil bumi Kabupaten Dairi.


3.Mendesak Bupati Dairi mengevaluasi seluruh stakeholder pemangku kebijakan di Kabupaten Dairi, mulai dari seluruh OPD dan Forkopimca atas abainya program kepentingan masyarakat yang sudah menjamur.


4. Mendesak Inspektorat mengaudit seluruh Perumda di Kabupaten Dairi.


5. Agar memeriksa seluruh sekolah yang mendapatkan aliran dana BOS agar lebih tepat sasaran dan kebermanfaatan bagi peserta didik.


6. Mendesak Bupati Dairi agar mengamanatkan dan berpegang pada komitmen atas diterbitkannya surat edaran penertiban Tempat Hiburan Malam yang tak memiliki izin.


7. Mendesak Bupati agar tegas dalam melakukan tindakan kedisiplinan bagi Aparatur Sipil Negara bila ditemukan  pelanggaran etik.


8. Mendesak Bupati Dairi agar menerbitkan rekomendasi penghentian operasional SPPG (Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi) bila ditemukan masalah yang tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan mendorong agar koordinator BGN Dairi dievaluasi atas ketidakmampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas yang mengatur dan menetapkan kebijakan sistem tata kelola dalam mengawasi SPPG.


9. Mendesak Pemkab Dairi untuk serius dalam mengawal jalannya seluruh pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih yang jauh dari realisasi harapan kebermanfaatan bagi rakyat.


10. Mendesak Bupati dalam menentukan seluruh pejabat agar berdasarkan uji kompetensi dan sesuai kapabilitas.


Aksi mahasiswa mendapat pengawalan dari personel Polres Dairi dan Polsek Sidikalang Kota untuk menjamin aksi berjalan dengan aman.


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi