Siantar

Siantar
Minggu, 26 April 2026, 14:06 WIB
Last Updated 2026-04-26T07:06:32Z
DairiKementerian HukumKementerian lingkungan dan KehutananTambang

Dorong Ekonomi Warga, PT Dairi Prima Mineral Kembali Luncurkan Program Agribisnis Berkelanjutan

Suasana saat memberikan pelatihan intensif kepada petani. (Foto/Istimewa).

Dairi – nduma.id


Membuktikan pertambangan dan pertanian bisa berjalan beriringan dan saling menguntungkan, PT Dairi Prima Mineral Kembali meluncurkan program Penguatan Ekonomi Lokal yang berfokus pada pengembangan budidaya kakao, durian, hingga hilirisasi kopi berkualitas tinggi.


Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.


Program ini dirancang secara terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Dairi, yang sudah lama dikenal sebagai sentra kopi Robusta dengan kualitas istimewa, serta memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas kakao dan durian.


Sasaran utamanya adalah desa-desa di lingkar tambang, dan ke depannya akan diperluas ke seluruh wilayah Dairi yang memiliki potensi serupa.


Berbeda dengan program pendampingan biasa, inisiatif ini menggunakan pendekatan end-to-end yang menyentuh seluruh rantai produksi, mulai dari budidaya hingga pemasaran, dengan fokus utama pada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, diversifikasi komoditas agar petani tidak bergantung pada satu jenis tanaman saja, hilirisasi produk, mengubah hasil panen mentah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi serta penguatan akses pasar hingga ke jaringan nasional dan pasar premium


Semua program dijalankan melalui sinergi erat dengan Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, serta berbagai tenaga ahli dan mitra strategis.


Petani menerima bantuan pupuk. (Foto/Istimewa).

Pada tahap perdana ini, sebanyak 47 orang yang terdiri dari petani kopi, kakao, durian, dan kelompok pengolah produk turunan kopi ditetapkan sebagai penerima manfaat.


Mereka dipilih dari 200 peserta program tahun 2025, berdasarkan dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan selama ini.


Menurut Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, Radianto Airfin, para petani ini akan mendapatkan pendampingan menyeluruh.


“Bekerja sama dengan PPL, kami berikan pelatihan intensif mulai dari teknik menanam yang baik, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga cara pengolahan pascapanen. Tak hanya ilmu, kami juga dukung dengan sarana produksi seperti pupuk khusus dan nutrisi tanaman agar hasilnya benar-benar maksimal,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).


Ia menambahkan, program ini adalah bukti nyata bahwa sektor ekstraktif dan agribisnis bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


“Harapan kami, program ini bisa mengangkat taraf hidup petani, mengubah pola pikir mereka dari sekadar penanam menjadi pelaku usaha agribisnis yang profesional. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan kami dalam pemberdayaan masyarakat,” tegas Rudianto.


Karyawan PT. DPM Foto bersama para peserta pelatihan dan petani binaan. (Foto/Istimewa).

Dalam waktu dekat, program ditargetkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani serta menciptakan kemandirian ekonomi lokal.


Sementara untuk jangka panjang, visi yang ingin dicapai antara lain, mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis agribisnis, menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor saja, menjadikan Dairi sebagai pusat agribisnis unggulan yang berdaya saing tinggi dan meningkatkan citra daerah sebagai tujuan investasi berbasis komoditas premium.


Secara regulasi, program ini selaras dengan Kepmen ESDM Nomor 1824 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, serta mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.


Penulis : Rudi

Redaktur : Son