Siantar

Siantar
Selasa, 28 April 2026, 12:15 WIB
Last Updated 2026-07-12T05:17:14Z
OtonomiPakpak BharatPembangunan

Hari Otonomi Daerah Pakpak Bharat, Mewujudkan Asta Cita Dengan Kolaborasi

Wabup Pakpak Bharat, H. Mutsyuhito Solin. (Foto/Istimewa).

Pakpak Bharat - nduma.id


Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tingkat Kabupaten Pakpak Bharat berlangsung meriah, Senin 27 April 2026.


Wakil Bupati (Wabup) Pakpak Bharat, H. Mutsyuhito Solin, bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.


Tito menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.


"Indonesia adalah negara besar, bukan hanya dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, melainkan juga dari keragaman budaya, sumber daya alam, dan potensi daerahnya. Namun, kehebatan ini tidak akan banyak berarti jika tidak dibarengi dengan sinergi dan kolaborasi yang solid antar tingkatan pemerintahan," ujar Tito dalam sambutan tertulisnya.


Tema peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026, "Dengan Otonomi Daerah Kita Mewujudkan Asta Cita", sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut.


Wakil Ketua DPRD Pakpak Bharat, Mansehat Manik, membacakan sejarah singkat Otonomi Daerah dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak masa kolonial.Sejarah otonomi daerah di Indonesia bermula dari masa kolonial (Decentralisatiewet 1903) dan berkembang dinamis pasca-kemerdekaan.


Fase krusial terjadi saat peralihan dari Orde Baru (UU No. 5/1974) yang sentralistik ke Era Reformasi (UU No. 22/1999) yang memperkuat desentralisasi.


Otonomi kini diatur untuk meningkatkan kesejahteraan daerah sesuai UUD 1945.


Penulis : Real

Redaktur : Rudi