Siantar

Siantar
Rabu, 01 April 2026, 16:17 WIB
Last Updated 2026-04-01T09:38:51Z
DairiKesehatanMakan Bergizi GratisPendidikan

Masih Tunggu Kelengkapan Berkas, RSUD Sidikalang Belum Terima Bayar Rawat Siswa Keracunan MBG

Gerbang RSUD Sidikalang. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Biaya perawatan ratusan siswa dari 2 sekolah, yakni SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, akibat terdampak keracunan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 9 dan 10 Februari 2026 lalu, hingga kini belum dibayarkan oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).


Hal itu dibenarkan oleh pihak RSUD Sidikalang, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.


"Setahu saya ada perubahan. Tapi boleh Bapak WA Kabid PIRS yang menangani pengklaiman pasien itu ya Pak," jelas Kabid Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr. Lestina Sianturi, Selasa (31/3/2026).


Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Peraturan Internal Rumah Sakit (PIRS) RSUD Sidikalang, Lusi Berampu, mengatakan bahwa pihak RSUD Sidikalang hingga saat ini belum menerima pembayaran atas biaya perawatan para siswa tersebut, dan menurutnya hal itu dikarenakan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan berkas yang diperlukan.


"Sampai saat ini belum dilakukan pembayaran karena dari pihak RSUD sedang mempersiapkan berkas untuk pembayaran yang akan diselesaikan pihak BGN," terang Kabid PIRS, Lusi Berampu.


Lusi juga menjelaskan total biaya yang harus dibayarkan oleh BGN sebesar Rp. 256.854.020,- untuk biaya perawatan 149 siswa.


Menurutnya, pihak RSUD Sidikalang sebelumnya telah melakukan penagihan kepada pihak BGN, namun ada perubahan tujuan surat.


"Sebelumnya sudah pernah dilakukan penagihan ke BGN, hanya saja ada perubahan tujuan surat. Jadi sesuai konfirmasi pihak BGN ke RSUD sidikalang, kami ubah lagi tujuan suratnya," jelasnya.


Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tagihan tersebut memang belum dibayarkan, dan hanya terkendala masalah administrasi.


"Per hari ini, dari dua rumah sakit yang bersangkutan masih melengkapi berkas. Tidak ada kendala yang berarti, hanya masalah administrasi saja," ujar Pahlawan.


"Nanti setelah berkasnya sudah rampung, akan langsung diajukan ke BGN Pusat," tambahnya.


Informasi dihimpun, pihak RSU Serenapita juga belum menerima pembayaran atas biaya perawatan para siswa yang dirawat di rumah sakit tersebut dikarenakan masalah administrasi serupa.


Sebelumnya, pihak BGN menyampaikan bahwa seluruh biaya perawatan para siswa yang dirawat akibat keracunan MBG ditanggung oleh pihak BGN.


Hal itu disampaikan oleh Pahlawan usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Kabupaten Dairi berserta Satgas MBG, setelah menerima hasil uji laboratorium dari dua sampel MBG yang berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang, pada Senin (23/2/2026) lalu.


Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Utara di Medan, yang dilakukan pada 13 hingga 18 Februari 2026 lalu terhadap sampel makanan, ditemukan adanya kontaminasi bakteri pada menu yang disajikan kepada siswa. 


Pada kedua sampel makanan ditemukan kandungan bakteri Stapilococus Aureus, Bacillus Cereus, Kapang Kamir, serta Total Coliform.


Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan yang diamankan segera setelah kejadian.


"Segala pembiayaan yang dikeluarkan akibat dari kejadian tersebut, itu ditanggung keseluruhannya oleh Badan Gizi Nasional. Tidak ada orang tua maupun siswa, bahkan pihak sekolah yang menanggung biaya tersebut," ucap Korwil BGN Dairi, Pahlawan Nasution.


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi