Siantar

Siantar
Rabu, 29 April 2026, 09:43 WIB
Last Updated 2026-04-29T04:47:14Z
Curah Hujan TinggiSiaga BencanaSiantar

Pemko Pematangsiantar Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026

Foto bersama saat apel kesiapsiagaan bencana di lapangan Brimob Pematangsiantar Selasa 28 April 2026. (Foto/Ari).

Pematangsiantar - nduma.id


Kota Pematangsiantar sebagai wilayah yang terus berkembang, tidak terlepas dari potensi risiko bencana, baik bencana alam maupun non-alam. 


Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 Kota Pematangsiantar, di Lapangan Brimob Subden 2B Pematangsiantar, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur, Selasa 28 April 2026 pagi.


Wesly mengutarakan Apel Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun budaya sadar bencana di Kota Pematangsiantar. 


"Dengan mengusung tema ‘Siap untuk Selamat’ dan sub-tema ‘Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana’, kita diingatkan keselamatan adalah hasil dari kesiapan, dan kesiapan hanya dapat terwujud melalui kebersamaan," sebutnya 


Pada kesempatan ini, Wesly menekankan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat adalah kunci utama dalam membangun ketangguhan daerah.


Melalui apel, Wesly mengajak semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. 


Memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. 


Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan. 


Mengoptimalkan peran Kelurahan Tangguh Bencana sebagai garda terdepan di masyarakat. 


Membangun budaya sadar bencana sejak dini, termasuk di lingkungan pendidikan.


"Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana di Kota Pematangsiantar. Dedikasi dan kerja keras saudara-saudara adalah bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat," ujarnya. 


Wesly menambahkan, kesiapsiagaan adalah investasi untuk masa depan. 


"Kita mungkin tidak dapat mencegah terjadinya bencana, tetapi kita dapat meminimalisir dampaknya melalui kesiapan yang matang. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai titik penguatan komitmen bersama untuk terus meningkatkan ketangguhan Kota Pematangsiantar," tandasnya.


Turut hadir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar Dedi Idris Harahap STP MSi, perwakilan Unsur Forkopimda, para camat dan lurah se kota Pematangsiantar, serta perwakilan perguruan tinggi.


Penulis : Ari

Redaktur : Rudi