![]() |
| Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional . (Foto/Istimewa). |
Pakpak Bharat - nduma.id
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di halaman kantor Bupati, Rabu 20 Mei 2026.
Upacara ini dihadiri Wakil Bupati Pakpak Bharat H. Mutsyuhito Solin, Forkopimda, Dan Yonif 123/RW, serta para pimpinan OPD dan undangan lainnya.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid yang dibacakan Bupati, disampaikan bahwa Harkitnas tahun ini diperingati dengan tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".
Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan," bunyi sambutan Menteri.
Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM.
Di sektor kesehatan, pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam perlindungan generasi muda di ruang digital, dengan pemberlakuan penuh PP No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) dan penundaan akses anak di bawah 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya.
"Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak, yang merupakan tunas bangsa, mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya," demikian disampaikan Menteri Komdigi.Harkitnas ini merupakan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, sebagai "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa.
Penulis : Real
Redaktur : Rudi
