![]() |
| Foto Bupati Dairi Vickner Sinaga saat giat Simulasi Sispamkota di Polres Dairi. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Belum "kering" soal bijak bermedia sosial, kini nama baik Bupati Dairi, Vickner Sinaga tercoreng lagi dengan dugaan "Jual Beli Jabatan" di Pemerintah Kabupaten Dairi.
Pasalnya, pengakuan "orang dekat Bupati Dairi" menerima uang sebesar 80 juta rupiah untuk meloloskan menjadi kepala sekolah beredar di pemberitaan media.
Pada pemberitaan media yang beredar itu dikatakan, seorang guru di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi diinformasikan meminta kembali uangnya senilai 80 juta rupiah yang diserahkan kepada oknum yang mengaku orang dekat atau keluarga Bupati Dairi, Vickner Sinaga
Uang tersebut dimaksudkan untuk memuluskan namanya mengisi jabatan kepala sekolah.
Namun mimpi tersebut pupus, posisi yang ia harapkan ternyata diisi oleh orang lain.
“Kalau memang tidak jadi dilantik, tidak masalah. Saya hanya berharap uang saya dikembalikan,” katanya, dilansir dari mistar.id, Senin (4/5/2026).
Pemberitaan itu juga menuliskan oknum yang mengaku orang dekat atau keluarga Bupati Dairi ini berjanji akan mengembalikan uang yang diterimanya.
Sayangnya, identitas pemberi uang dan oknum yang menerima uang tidak jelas disebutkan dalam pemberitaan itu.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga menyayangkan informasi yang beredar ini, karena mencatut nama baiknya.
"Banyak isu seperti ini. Di mana-mana. Di Dairi, masih ingat isu di BUMD Perumda? Dikaitkan juga seperti itu. Padahal yang menjanjikan itu jika ketemu pun aku tak kenal. Anehnya kok masih banyak saja yang tertipu," kata Vickner Sinaga kepada nduma.id melalui panggilan dan pesan WhatsApp pada Senin malam. Senin (4/5/2026)
Karena itu Vickner menyarankan agar guru yang bersangkutan menemuinya secara langsung dan menyampaikan siapa oknum yang menerima uang tersebut.
"Yang bersangkutan boleh datang Senin minggu depan, atau kapan saja, menemui saya, untuk klarifikasi ke pendopo. Langsung ketemu saya dan memberi tahu orangnya," ujar Vickner.
Vickner juga menyampaikan, bahwa setiap posisi jabatan yang akan diisi haruslah melalui tahapan proses dan memenuhi segala persyaratan yang ditentukan.
"Setiap calon kepala sekolah "pasti" melewati evaluasi di BKN (Badan Kepegawaian Negara. red), Jakarta. Karena banyak memang aturan baru sebagai pedoman. Masih kita tunggu 40-an lagi pertek tentang itu. Pertek, persetujuan teknis. Baik untuk kepala sekolah maupun pejabat lainnya. Semoga di bulan Mei ini, bisa kita peroleh," terang Vickner.
Vickner meminta kepada setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) dan juga masyarakat, untuk tidak mudah percaya kepada bujuk rayu atau janji-janji manis yang disampaikan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai orang dekat ataupun sebagai keluarga dari Bupati Dairi.
Ia berharap agar setiap orang dapat berpikir secara rasional.
Bupati Dairi itu juga berharap kepada setiap ASN untuk tidak "menggadaikan" integritas demi sebuah jabatan.
Sebelumnya akun media sosial (medsos) yang mencatut nama Bupati Dairi, Vickner Sinaga juga menjadi polemik.
Akun Facebook dengan nama Vickner Bupati Dairi dan Vickner Sinaga menjadi polemik karena mengunggah kalimat dinilai tak pantas terkait aksi kritis mahasiswa memancing ikan dan menanam jagung di ruas jalan rusak di Kota Sidikalang.
"Kami orang yang kritis dianggap nyinyir, dianggap tidak akademisi, kami dianggap menggangu kerja Pemkab Dairi," kata Andi Silalahi ketua GMNI Kabupaten Dairi Kamis (30/4/2026) diruang Paripurna DPRD Dairi.
Lima aktivis mahasiswa yang melakukan aksi kritis itu adalah fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara, Arifatullah Manik, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia Kabupaten Dairi, Andi Silalahi, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Kabupaten Dairi, Dike Simbolon, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Dairi, Prada Maha, serta Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Dairi, Yoki Bintang.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
