Siantar

Siantar
Kamis, 25 Juni 2026, 10:21 WIB
Last Updated 2026-06-25T03:29:16Z
BhayangkaraDairiPolisi

Doa Bersama Lintas Agama HUT Bhayangkara 80, Kapolres Dairi Apresiasi Kritik dan Sinergi Semua Pihak

Pemuka agama memanjatkan doa secara bergantian peringatan HUT Bhayangkara ke 80. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Dairi menggelar kegiatan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Aula Mapolres Dairi, Kamis 25 Juni 2026. 


Giat ini diikuti oleh unsur Muspida Kabupaten Dairi, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan elemen pemuda, serta seluruh jajaran personel Polres Dairi.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa secara bergantian dari perwakilan agama Islam, Kristen, dan Katolik, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Padamu Negeri, serta ditutup dengan suasana ramah tamah.

 

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban tidak lagi bersifat lokal, melainkan dipengaruhi oleh situasi global. 


Ia mencontohkan, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sempat berdampak hingga ke tingkat daerah, terutama pada stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan bakar minyak.

 

"Kita harus berpandangan luas: kondisi global memengaruhi wilayah, wilayah memengaruhi nasional, dan akhirnya terasa dampaknya di daerah kita. Kita harus siap menghadapinya dengan prinsip think global, act local," ujar AKBP Otniel.

 

Foto bersama jajaran Polres Dairi usai menggelar doa bersama. (Foto/Rudi).

Ia secara terbuka mengakui bahwa kepolisian masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal penegakan hukum maupun pelayanan kepada masyarakat. 


Menurutnya, kritik dan masukan dari publik justru sangat dibutuhkan untuk perbaikan.

 

"Kami tidak menutup mata, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Apalagi Kabupaten Dairi ini sangat majemuk dari sisi budaya dan agama, berbeda dengan tempat saya bertugas sebelumnya yang cenderung lebih seragam. Keberagaman ini adalah kekuatan, namun butuh sinergi yang kuat," jelasnya.

 

Kapolres juga menyoroti tantangan baru di era informasi saat ini, yang sering disebut sebagai era post-truth, di mana banyak informasi beredar di media sosial tanpa kejelasan kebenarannya. 


Ia meminta peran aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu menenangkan warga serta mengonfirmasi informasi yang belum jelas kebenarannya ke pihak kepolisian.

 

"Tanpa dukungan TNI, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat, kami tidak bisa berjalan maksimal. Tantangan ke depan dipastikan akan semakin berat, oleh karena itu kita harus bergandengan tangan," tambahnya.

 

Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menyambut baik kegiatan ini. 


Ia menilai doa bersama bukan sekadar ungkapan syukur, melainkan momen mempererat persatuan demi menjaga keamanan dan kedamaian daerah.

 

"Kami berharap di usia pengabdiannya yang ke-80, Polri semakin profesional, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran yang humanis akan semakin memperkuat kepercayaan publik dan mendukung kemajuan Dairi," ujarnya.

 

Wakil Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan kepolisian dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan Dairi yang aman, damai, dan sejahtera.

 

Mewakili tokoh masyarakat, Ketua Forkala Kabupaten Dairi Raja Ardin Ujung menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai aparat penegak hukum, khususnya dalam pemberantasan narkoba dan perjudian. 


Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

 

"Kami melihat ada kemajuan, namun kami juga berharap Polres Dairi dan lembaga penegak hukum lainnya dapat menjadi teladan di tengah arus informasi yang berkembang pesat ini. Semoga kinerja ke depannya jauh lebih baik lagi," harapnya.


Penulis : Rudi

Redaktur : Son