![]() |
| Suasana dialog Kapolrestabes Medan dengan mahasiswa. (Foto/Istimewa). |
Medan – nduma.id
Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa yang berlangsung di Medan berubah menjadi ruang dialog. Senin 22 Juni 2026 kemarin.
Polisi dan massa yang berunjuk rasa duduk bersama di lokasi aksi membahas berbagai aspirasi yang disampaikan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, berhasil menerapkan pendekatan humanis, alhasil ketegangan berubah menjadi ruang dialog yang terbuka.
"Kami ingin menjaga hak aspirasi sekaligus memastikan ketertiban dan keamanan bersama,” kata Kombes Pol Calvijn Simanjuntak. Jumat (26/6/2026).
Pendekatan ini katanya sekaligus mewujudkan salah satu butir Program Asta Cita Presiden RI, yaitu terwujudnya masyarakat yang sosial dan bertoleransi.
Aksi berjalan tertib, aman, dan penuh rasa persaudaraan, layaknya hubungan abang dan adik.
Bahkan, perwakilan massa diterima dan berdialog langsung dengan pihak DPRD Sumatera Utara.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, revisi Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, serta upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dan penyempurnaan regulasi lainnya.
Kapolrestabes menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin selama berjalan sesuai aturan.
Di akhir kegiatan, massa menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas kepolisian yang telah mengawal dan mendampingi jalannya aksi hingga selesai dengan aman dan kondusif.
Penulis : Rudi
Redaktur : Vel
