![]() |
| Arifatullah Manik. (Foto/Istimewa). |
Dairi – nduma.id
Aktivis muda Arifatullah Manik, S.Kom. berharap semua elemen masyarakat khususnya aparat penegak hukum (APH) untuk sama-sama mengawasi pelaksanaan proyek pemerintah yang berjalan di Kabupaten Dairi, khususnya infrastruktur.
Permintaan ini muncul menyusul beredarnya informasi di masyarakat terkait dugaan praktik permintaan biaya tambahan atau "fee proyek" yang mencapai 10 hingga 15 persen.
Arifatullah Manik, yang juga Fungsionaris DPD KNPI Sumut ini menegaskan, informasi yang diterimanya itu tidak boleh diabaikan begitu saja.
Karena itu pihaknya meminta kepolisian, kejaksaan, dan lembaga berwenang lainnya menindaklanjuti informasi ini dengan penyelidikan.
“Kita harap semua mengawasi setiap proyek berjalan di Kabupaten Dairi," kata Arif, Kamis (2/7/2026).
Ia mengingatkan bahwa praktik pungutan seperti ini merupakan salah satu modus utama dalam kasus korupsi.
Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga pasti menurunkan kualitas bangunan dan layanan yang seharusnya dinikmati masyarakat Dairi.
"Praktik permintaan fee merupakan modus yang kerap ditemukan dalam perkara korupsi," ujarnya.
"Jika terbukti ada permintaan fee atau penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa, harus diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya menegaskan.
Menurutnya, uang rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk pembangunan, bukan dipotong di tengah jalan.
"Pengawasan ketat mutlak diperlukan agar hasilnya berkualitas dan bermanfaat nyata,” sebut Arif
Oleh karena itu, Ia juga mengajak masyarakat serta pelaku usaha yang mengetahui atau memiliki bukti penyimpangan untuk berani melapor kepada pihak berwenang.
“Jangan beri ruang bagi korupsi, suap, dan pungutan liar yang mencederai kepercayaan publik. Kami akan terus mengawal pembangunan di Dairi demi pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” pungkas Arifatullah Manik.
Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga saat dimintai tanggapan mengenai hal itu sepertinya enggan berkomentar.
Pesan yang dikirim oleh wartawan melalui WhatsApp belum berbalas sampai berita ini diterbitkan.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
