Siantar

Siantar
Jumat, 10 Juli 2026, 18:21 WIB
Last Updated 2026-07-10T11:33:10Z
Bahan Bakar MinyakDairiKementerian Energi dan Sumberdaya Mineral

Harga BBM di Dairi Melambung, Pertalite Tembus 15 Ribu Perliter

Antrean kendaraan di SPBU Batang Beruh - Sidikalang pada Jumat siang. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Masyarakat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara masih diresahkan dengan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya para pengemudi angkutan kota dan pedagang.


Apalagi harga BBM di tingkat pengecer melambung tinggi.


Seperti BBM jenis Pertalite, kini sudah menembus harga 15  Ribu rupiah per liternya .


Tingginya harga di tingkat pengecer ini membuat sejumlah pengendara rela antri untuk mendapatkan pertalite harga 10 Ribu per liter di SPBU.


"Dah ada lebih sejam kami ngantri bang. Tapi terpaksa lah bang, daripada ngisi eceran. Ngisi di eceran, Pertalite 15 ribu," kata seorang pengendara mobil kijang bermarga Simbolon, Jumat (9/7/2026).


Pengendara lain juga mengeluhkan tingginya harga BBM di pedagang eceran.


"Daripada aku ngisi eceran bang, mendingan aku ngantri bang. Kayak kemarin sore karena dah tutup pom bensin, terpaksa aku isi eceran. Itupun katanya kali 15 ribu Pertalite. Dah gitu kosong pula Pertalitenya. Pertamax yang ada, tapi 19 ribu," terang pengendara lain bermarga Capah.


"Ngeri kali selisih harganya bang. Serba salah kita. Ngantri berjam-jam banyak waktu terbuang. Ngisi eceran harganya kek gitu," tambahnya.


Sementara itu pantauan di SPBU Batang Beruh, Sidikalang, antrean kendaraan terlihat "mengular", bahkan antrean menjadi 2 arah. 


Warga yang mengantre mengeluhkan kondisi ini, mereka berharap agar kelangkaan BBM cepat berakhir, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.


Sebelumnya Simon Situmorang, Asistant Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Medan mengatakan upaya pemerataan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah dilakukan oleh Pertamina menjadi salah satu penyebab terlambatnya pasokan BBM ke daerah.


Ditambah lagi dengan kendala pada armada pendistribusian.


"Karena penyalurannya bisa dibilang agak kekurangan gitu, dan juga memang lagi pemerataan. Bukan cuma di Kabupaten Dairi disuplai dengan merata, pasti daerah lain juga," kata Simon saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi pada Rabu sore (8/7/2026).


"Baru tambah lagi banyak armada yang sudah habis masa berlaku inspeksi gitu. Jadi kan ada tahapan-tahapan mobil ini berlaku atau enggak, makanya itu lagi dicari pengganti lah mobil yang baru yang bisa ke wilayah gunung ini," imbuhnya.


Menurut Simon, armada pendistribusian BBM juga banyak yang mengalami kerusakan.


"Karena banyak kan mobil gunung itu pada rusak gitu. Itu sih bang kendala utamanya. Karena mobil-mobil gunung ini kan udah tahunan, dan pasti kan ada kerusakan," ujar Simon


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi