![]() |
| SPBU Sitinjo. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma.id
Sepekan terakhir, masyarakat Kabupaten Dairi mengaku kesulitan mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi.
Hampir setiap hari antrean panjang kendaraan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Biasanya antrean bubar setelah Bahan Bakar Minyak di SPBU habis.
Tak jarang para sopir rela mengantre sejak dini hari, sebelum pelayanan atau jam operasional SPBU dibuka.
Pengendara semakin resah dengan praktik jahat penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik Solar maupun Pertalite.
Informasi di terima nduma.id kendaraan berulang kali melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU dalam satu hari yang sama.
Seperti di SPBU 14.222.236 Sitinjo.
"Kadang mau kami lihat mobil yang sama bolak-balik ngisi. Itu-itu aja mobilnya. Ada juga yang sepeda motor seperti sudah dirombak tangkinya jadi lebih besar," kata warga yang tidak ingin namanya disebut, Senin (6/7/2025).
Modus seperti ini biasanya di lakukan oleh penjual BBM eceran, karena pembelian BBM Bersubsidi dengan menggunakan jerigen sudah di larang.
Namun modus ini diduga sudah ada kerjasama dengan petugas SPBU.
Informasi yang beredar, setiap kali mobil pemilik penjual minyak eceran mengisi BBM, petugas SPBU diberikan tips mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.20.000 setiap kali transaksi.
Masyarakat berharap informasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang, dengan melakukan penyelidikan.
Seluruh pihak terkait juga diharapkan melakukan pengawasan yang lebih ketat, agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pihak Manajemen SPBU 14.222.236 Sitinjo mengakui sulit mengawasi.
"Memang ada yang seperti itu. Makanya selama setahun saya di sini, sudah empat operator yang sudah saya berhentikan. Bahkan dalam seminggu ini satu orang," jelas Manajer SPBU Sitinjo, bermarga Hutasoit.
Ia juga menuturkan sulitnya melakukan pengawasan.
"Tapi memang ga bisa terkontrol. Harus di situlah saya terus," ucapnya.
Bahkan menurut pengakuan Hutasoit, SPBU tersebut telah dikenakan sanksi oleh PT Pertamina.
"Dan memang ini udah kena sanksi. Dah kena sanksi SPBU ini. Mungkin dalam bulan ini Pertalite ga masuk lagi. Cuma waktunya belum tahu kita kapan mulai," pungkasnya.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
