Siantar

Siantar
Kamis, 09 Juli 2026, 19:17 WIB
Last Updated 2026-07-09T12:19:05Z
Bahak Bakar MinyakDairiKementerian Energi dan Sumberdaya MineralPertamina

Pemerataan BBM, Pertamina Ancam Sanksi Tegas SPBU di Dairi Yang Langgar Aturan

SPBU Batang Beruh - Sidikalang lengang setelah stok BBM habis.(Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.


Bahkan banyak pengendara rela antre sejak malam hari, menunggu waktu operasional SPBU dibuka pada pagi hari.


Simon Situmorang, Asistant Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Medan mengatakan upaya pemerataan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah dilakukan oleh Pertamina menjadi salah satu penyebab terlambatnya pasokan BBM ke daerah.


Ditambah lagi dengan kendala pada armada pendistribusian.


"Karena penyalurannya bisa dibilang agak kekurangan gitu, dan juga memang lagi pemerataan. Bukan cuma di Kabupaten Dairi disuplai dengan merata, pasti daerah lain juga," kata Simon saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi pada Rabu sore (8/7/2026).


"Baru tambah lagi banyak armada yang sudah habis masa berlaku inspeksi gitu. Jadi kan ada tahapan-tahapan mobil ini berlaku atau enggak, makanya itu lagi dicari penggantilah mobil yang baru yang bisa ke wilayah gunung ini," imbuhnya.


Menurut Simon, armada pendistribusian BBM juga banyak yang mengalami kerusakan.


"Karena banyak kan mobil gunung itu pada rusak gitu. Itu sih bang kendala utamanya. Karena mobil-mobil gunung ini kan udah tahunan, dan pasti kan ada kerusakan," ujar Simon.


Saat ditanya terkait indikasi adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi, ataupun dugaan penimbunan oleh oknum nakal, Simon mengatakan bahwa pihak Pertamina hanya bisa memberikan sanksi terhadap pihak SPBU.


"Pengawasannya ada. Kalau kedapatan, SPBU akan dilakukan pembinaan," sebutnya.


"Karena kan di lapangan nggak bisa kita cek secara detail, tapi dari data itu bisa dilihat dari penyaluran. Kan ada rentang itu, mobil itu 60 liter, 80 liter sehari. Nah, kalau dia di atas itu, nggak sesuai. Itu bisa ditindak," tambahnya.


Terkait pengunaan barcode juga katanya dapat ditindak, bila ditemukan penyalahgunaan. 


"Kalau ada QR mobil dibuat kejerigen, itu bisa ditindak. Nanti bisa jadi SPBU dibina, stop penjualan," ucap Simon Situmorang.


Apabila pihak SPBU didapati bekerja sama dengan pihak tertentu dalam hal penyalahgunaan BBM, Pertamina akan memberikan sanksi berupa penghentian penjualan satu produk tertentu, hingga mensuspend.


Hal itu dikatakannya agar pihak SPBU tidak mengulangi kesalahan.


"Satu produk. Misalnya Biosolar atau Pertalite. Supaya tidak mengulangi kesalahan penyalurannya" jelasnya.


Apabila SPBU melakukan pengisian berulang kepada satu kendaraan dalam satu hari yang sama, padahal sudah melebihi kuota yang diberikan pada kendaraan tersebut, ataupun menggunakan barcode dari kendaraan lain, pihak SPBU juga akan diberikan sanksi tegas.


"Tidak bisa pasti. Kalau dia ketahuan berbeda barcode, itu akan ditindak sama kami. Kembali lagi, hukumannya apa jatuhnya, sanksinya apa gitu.

Kayak yang pengisian yang berulang itu ada hukuman-hukumannya," terangnya.


"Yang pastinya ya stop penjualan. Gitu kira-kira bang," ucapnya menegaskan.


Simon juga mengatakan kalau pihak Pertamina akan secepatnya melakukan langkah untuk mengatasi kesulitan BBM di Dairi.


"Secepatnya lah kita akan pulihkan," pungkas Simon.


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi