Siantar

Siantar
Kamis, 06 Agustus 2026, 19:17 WIB
Last Updated 2026-08-06T12:17:19Z
HukumMedanPolisi

Dukung Asta Cita Presiden, Polrestabes Medan Ungkap 729 Kasus Kejahatan, Angka Kriminalitas Turun 15 Persen

Suasana konferensi pers Polrestabes Medan. (Foto/Istimewa).

MEDAN - nduma.id


Komitmen Polrestabes Medan mewujudkan keamanan kondusif sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia membuahkan hasil nyata. 


Berkat kerja cepat dan terukur, jajaran Polrestabes Medan berhasil menekan dan mengungkap sebanyak 729 kasus kejahatan jalanan, angka yang menunjukan penurunan sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan capaian gemilang ini didampingi Kasat Reskrim AKBP Adrian Rizky Lubis, Kabag Ops AKBP Dhana Noer Kurniawan, Kasi Humas AKP Nover Parlindungan Gultom, serta para pejabat utama lainnya. Kamis 6 Agustus 2026.

 

"Pada 100 hari pertama, rata-rata penurunan kejahatan jalanan sudah tercatat sekitar 11 persen. Kini setelah 300 hari kerja, kami mencatat berhasil menekan 729 kasus atau turun 15 persen dibanding tahun sebelumnya," papar Calvijn.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 716 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 906 orang tersangka. 


Rinciannya meliputi 78 perkara pencurian dengan kekerasan (Curas), 493 perkara pencurian dengan pemberatan (Curat), hingga 145 perkara pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

 

Tak hanya itu, polisi juga sigap memberantas aksi "rayap besi" dan "rayap kayu" yang meresahkan, dengan mengungkap 119 kasus dan menangkap 188 tersangka. Sementara itu, kejahatan geng motor yang kerap memicu kekacauan juga berhasil diredam melalui pengungkapan 28 perkara dengan 55 tersangka yang terlibat penganiayaan hingga tawuran.

 

Kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan di wilayah hukum Polsek Medan Tembung tercatat sebagai lokasi dengan angka penindakan tertinggi. 


Menyikapi hal ini, Kapolrestabes mengingatkan jajaran agar tidak hanya fokus menangkap pelaku, namun memperkuat langkah pencegahan agar kejahatan tidak terulang.

 

"Jangan hanya mengandalkan pengungkapan kasus, tetapi laksanakan pencegahan yang efektif agar keamanan benar-benar terjaga," tegasnya.

 

Selain menindak kejahatan jalanan, Polrestabes Medan juga membuktikan ketangguhannya dalam pelaksanaan Operasi Pekat Toba 2026 selama 21 hari (13 Juli–2 Agustus). 


Selama operasi tersebut, tercatat 181 kasus berhasil diungkap dengan 233 tersangka. 


Operasi yang menyasar premanisme, perjudian, minuman keras, prostitusi, dan pornografi ini pun mencatat peningkatan capaian yang luar biasa.

 

Kasus premanisme menjadi yang paling banyak ditangani, yakni 89 kasus dengan 107 tersangka. 


Polisi menyita uang tunai, senjata tajam, hingga tanda pengenal parkir palsu. 


Disusul perjudian 21 kasus, penyitaan 1.260 botol minuman keras, serta pengungkapan praktik prostitusi dan pornografi.

 

Calvijn kembali mengajak masyarakat Kota Medan untuk bersinergi menjaga keamanan. 


"Segera laporkan jika menemukan praktik pemerasan, pungutan liar, atau tindakan yang merugikan masyarakat. Bersama kita jaga kota ini dari segala bentuk penyakit masyarakat," imbaunya.

 

Dua kasus menonjol yang terungkap dalam operasi ini adalah penjualan konten asusila lewat aplikasi MiChat dan praktik prostitusi yang berkedok tempat perawatan tubuh. 


Menanggapi hal ini, Kapolrestabes memerintahkan seluruh Kapolsek untuk memetakan secara mendalam lokasi-lokasi rawan, termasuk yang bersembunyi di balik usaha jasa lain, agar dapat segera ditindak tuntas.


Penulis : Rudi

Redaktur : Vel