![]() |
| Pelepasan ikan jurang di sungai. (Foto/Istimewa). |
Langkat — nduma.id
Semangat melestarikan alam sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat tumbuh di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
Bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, Anggota DPD RI Dapil Sumatera Utara, Muhammad Nuh, meresmikan pencanangan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal "Kampung Lama" di Dusun Lau Buluh Lepar, Senin 10 Agustus 2026.
Peresmian ditandai dengan penaburan 1.250 bibit ikan jurung ke sungai dan penanaman 1.250 batang pohon keras di kawasan pemulihan ekosistem.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh lingkungan, akademisi, hingga perwakilan BUMD.
Kawasan ini menyimpan potensi besar yang dikemas dalam tiga pilar utama pengembangan.
Pertama, Ekowisata Sungai & Konservasi Ikan Jurung.
Ikan jurung yang menjadi ikan khas sungai Langkat dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus pelestarian berbasis tradisi "Lubuk Larangan".
Kedua, Ekowisata Hutan & Agroforestri
Hutan tanaman beragam jenis pohon keras tak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menghasilkan madu, kopi, aren, dan kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Ketiga, Ekowisata Budaya Kampung Lama.
Jejak sejarah pemukiman tua dan kearifan lokal warga menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya yang tak ditemukan di tempat lain.
Ketua Panitia Pencanangan, Purnama Ginting, menyambut gembira kehadiran Muhammad Nuh.
Ia berharap perhatian dan dukungan pembangunan bagi desa mereka dapat disuarakan hingga ke tingkat pusat.
"Kami berharap kawasan hutan yang gundul kembali hijau, bencana berkurang, dan kesejahteraan warga meningkat berkat kolaborasi dan potensi yang digali bersama," ujarnya.
Menanggapi harapan warga, Muhammad Nuh menegaskan komitmennya mengawal dukungan pemerintah pusat.
Ia akan mendorong penetapan status Desa Wisata dan bantuan pengembangan dari Kementerian Pariwisata, serta mendorong program Hutan Sosial dan perlindungan kawasan penting dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Ini bukan sekadar upacara menanam pohon dan melepas ikan. Ini adalah investasi jangka panjang agar masyarakat Langkat memiliki sumber penghidupan yang lestari tanpa merusak alam," tegas Muhammad Nuh.
Pengembangan ekowisata ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari penginapan sederhana, tempat makan, hingga pemandu wisata.
Juga menciptakan lapangan kerja hijau yang ramah lingkungan sekaligus menyejahterakan masyarakat setempat.
Penulis : Rikson
Redaktur : Rudi
