Siantar

Siantar
Jumat, 28 Agustus 2026, 21:39 WIB
Last Updated 2026-08-28T15:39:25Z
DairiHutanKebakaran

Rawan Terbakar, Polres Dairi dan Forkopimda Simulasi Penanganan Karhutla di Silahisabungan

Personel gabungan saat melakukan simulasi pemadaman Karhutla. (Foto/Istimewa)..

Dairi - nduma.id


Kawasan hutan di perbukitan Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, merupakan salah satu kawasan yang rentan terbakar, apalagi pada musim kemarau.


Sebagai upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Dairi bersama unsur Forkopimda dan juga intansi terkait lainnya melakukan peninjauan lokasi rawan terbakar di Kecamatan Silahisabungan. Jumat, 28 Agustus 2026.


Tak hanya itu, kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (Sarpras) juga dilakukan, dan dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.


Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi di Kantor Desa Silalahi II, dan selanjutnya   dilakukan simulasi di Dermaga Apung, Desa Silalahi II.


Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan melalui Kasi Humas, AKP Syahril Ramadhan mengatakan bahwa selama ini daerah Silahisabungan diketahui merupakan wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


"Kecamatan Silahisabungan merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Seperti yang pernah terjadi pada tahun lalu.," kata Syahril.


"Untuk itu dibutuhkan kesiapan, kecepatan, dan sinergitas seluruh pihak," tambahnya.


Menurutnya, koordinasi lintas sektor dalam penanganan Karhutla sangatlah diperlukan.


"Koordinasi lintas sektor, baik TNI/Polri, pemerintah daerah maupun intansi-intansi terkait lainnya harus dilakukan guna kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.


Dijelaskannya, simulasi ini dilaksanakan guna memastikan setiap personel maupun peralatan yang dibutuhkan telah siap bila terjadi kebakaran.


"Melalui kegiatan ini, kita harapkan koordinasi lintas instansi semakin solid sehingga setiap potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar," jelas Syahril.


Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.


Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, dan turut diikuti oleh Kejaksaan Negeri Dairi, Kodim 0206, Batalyon 908 Gajah Dompak, BPBD, Sat Pol PP, Damkar, Polsek, Koramil, Camat, Kades, Manggala Agni Daops Sibolangit, Puskesmas Silalahi, tokoh masyarakat, serta relawan pencegahan bencana. 


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi