![]() |
| Harli Siregar menyalami para peserta Diklat. (Foto/Istimewa). |
JAKARTA – nduma.id
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, secara resmi menutup Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.
Pelatihan diikuti pejabat eselon III dan IV sebagai langkah krusial membangun aparatur yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas tinggi.
Dalam sambutannya, Harli menegaskan seluruh rangkaian pembelajaran, mulai pendalaman materi, studi kasus, simulasi hingga evaluasi merupakan investasi strategis untuk memperkuat fondasi kelembagaan Kejaksaan Republik Indonesia.
Ia juga memberikan apresiasi penuh atas kesungguhan dan kedisiplinan peserta selama pelatihan berlangsung.
"Keberhasilan menyelesaikan pelatihan ini bukanlah garis akhir, melainkan awal tanggung jawab besar yang harus Saudara wujudkan nyata di tempat tugas masing-masing," tegas Harli.
Badan Diklat Kejaksaan, lanjutnya, kini telah bertransformasi bukan sekadar penyelenggara pelatihan administratif, melainkan penggerak utama peningkatan kapabilitas institusi demi mendukung kualitas penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045.
Pemahaman manajemen risiko tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pengambilan keputusan.
Sebagai arahan implementasi ilmu yang didapat, Harli Siregar merumuskan lima instruksi utama yang wajib dijalankan.
1. Menjadi Agen Perubahan, pelopor budaya sadar risiko, penerapan good governance, serta penguatan Unit Kepatuhan Internal (UKI).
2. Optimalkan Mitigasi Risiko melalui SPIP guna memetakan dan mengendalikan risiko operasional maupun strategis serta mencegah penyimpangan.
3. Kembangkan Learning Agility: pola pikir adaptif, analitis, independen, dan bebas intervensi dalam menghadapi persoalan hukum yang makin kompleks.
4. Integrasikan Manajemen Risiko ke dalam setiap tahap perencanaan, penyusunan kebijakan, hingga pengambilan keputusan.
5. Tingkatkan Kompetensi Secara Berkelanjutan agar senantiasa mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan strategis.
Harli berharap para alumni dapat menjadi teladan di lingkungan kerjanya masing-masing, membuktikan diri sebagai aparatur penegak hukum yang profesional dan mampu mencegah fragmentasi standar kerja demi tata kelola yang semakin kokoh.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Kapusdiklat Mapim) Dr. Tengku Rachman melaporkan pelatihan berlangsung efektif sejak 23 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Acara penutupan ini dipimpin Kabid Penyelenggara Diklat Mapim Zulfikar Nasution, selaku wira upacara, didampingi Kasubid Pusdiklat Mapim Afrizal Chair, sebagai komandan upacara.
Penutupan kegiatan ini menegaskan tekad Badan Diklat Kejaksaan RI mencetak SDM unggul serta memperkuat sistem tata kelola berbasis manajemen risiko guna mewujudkan institusi penegak hukum yang modern, andal, dan terpercaya.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
