Siantar

Siantar
Minggu, 23 Agustus 2026, 12:05 WIB
Last Updated 2026-08-23T09:37:13Z
Arung Jeramdan Dairi.Sungai Lae Renunwisatawan Inggris

Wisatawan Inggris Jajal Sungai Lae Renun, Dairi Punya Potensi Wisata Arung Jeram

 

Wisatawan Inggris saat mengarungi Sungai Lae Renun dengan menggunakan kayak. (Foto/Dody).

Dairo - nduma.id


Sungai Lae Renun di Kabupaten Dairi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata olahraga air di Sumatera Utara. 


Karakter aliran sungai yang relatif bersahabat, panorama alam yang indah, serta jalur pengarungan yang cukup panjang menjadi modal awal untuk mengembangkan potensi tersebut.


Potensi itu semakin terlihat setelah enam wisatawan asal Inggris menjajal langsung aliran Sungai Lae Renun menggunakan kayak, Sabtu 22 Agustus 2026.


Rombongan yang terdiri dari Daniel Joshua Murray (23), Solomon James (21), Katie Jane (21), James Edward (23), James Peter (23), dan Harvey Jacob (23) menempuh jarak sekitar 10 kilometer selama kurang lebih dua jam.


Mereka memulai pengarungan dari bawah jembatan Dusun Borno, Desa Sungai Raya, dan mengakhiri perjalanan di bawah jembatan Dusun Bakal Sipoltong, Desa Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.


Bagi para wisatawan tersebut, pengalaman mengarungi Lae Renun memberikan gambaran mengenai karakter sungai yang dapat dinikmati untuk kegiatan olahraga air.


James Edward atau Jamie, yang mewakili rombongan, menyebut Sungai Lae Renun memiliki pemandangan yang menarik dan jeram yang cukup menyenangkan.


“Ini sangat menyenangkan. Sungainya juga sangat indah dan memiliki pemandangan yang menakjubkan. Jeramnya juga cukup seru,” ujar Jamie.


Meski demikian, Jamie mengatakan karakter Lae Renun relatif lebih mudah dibandingkan sejumlah sungai lain yang pernah mereka jajal.


“Sungainya cenderung dangkal dan tidak banyak turunan curam, tapi masih bagus,” katanya.


Rombongan tersebut sebenarnya berharap menemukan aliran yang lebih deras dan menantang. Namun, kondisi Lae Renun tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.


“Sebenarnya kami mengincar aliran yang lebih deras dan menantang,” ungkap Jamie.


Ia menilai karakter sungai tersebut sedikit lebih mudah diarungi dibandingkan sungai lain yang pernah mereka coba.


“Karakter sungai ini cenderung sedikit lebih mudah untuk diarungi dibandingkan sungai lain yang pernah kami coba. Namun, masih bagus dan bisa dinikmati,” jelasnya.


Bukan Sekadar Kedatangan Wisatawan Asing


Kedatangan enam wisatawan Inggris tersebut menjadi lebih dari sekadar kunjungan wisatawan mancanegara. Pengalaman mereka dapat menjadi masukan awal untuk melihat sejauh mana Sungai Lae Renun dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga air.


Sebelum datang ke Dairi, rombongan tersebut telah menjajal sejumlah sungai di Sumatera Utara, antara lain Sungai Bah Bolon Pematangsiantar, Bah Kuo Simalungun, 


Aek Silau, Sungai Asahan, Sungai Batang Toru/Aek Godang Tapanuli Utara, Aek Simonggo Parlilitan Humbang Hasundutan, serta Sungai Lae Kombih di Kabupaten Pakpak Bharat.


Jejak perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Sungai Lae Renun berada dalam jalur eksplorasi para pencinta olahraga air yang ingin mencoba karakter sungai di Sumatera Utara.


Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi Dairi untuk menjadikan wisata sungai sebagai salah satu alternatif pengembangan sektor pariwisata.


Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu, mengatakan Lae Renun memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi olahraga air, khususnya arung jeram.


“Sungai Lae Renun memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi olahraga air, khususnya arung jeram,” kata Iwan.


Menurutnya, pengalaman wisatawan Inggris mengarungi Lae Renun dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan potensi wisata sungai di Kabupaten Dairi.


“Harapan kita, dengan kehadiran wisatawan Inggris yang mengarungi sungai di daerah kita, mampu mendongkrak geliat olahraga air di Dairi, khususnya olahraga arung jeram,” ujarnya.


Butuh Dukungan dan Pengelolaan


Untuk menjadikan Lae Renun sebagai destinasi wisata olahraga air, potensi alam saja tentu belum cukup. Diperlukan pengelolaan yang baik, pemetaan jalur, standar keselamatan, sumber daya manusia, promosi, serta dukungan infrastruktur dan pemerintah daerah.


Iwan menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah mendukung kegiatan pengarungan tersebut, di antaranya BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Polres Dairi serta Polsek Tigalingga.


“Kami juga sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah terlibat, seperti BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, serta jajaran Polres Dairi maupun Polsek Tigalingga yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini,” pungkasnya.


Pengalaman enam wisatawan Inggris tersebut setidaknya memberikan gambaran bahwa Lae Renun memiliki daya tarik untuk dijelajahi. Dengan pengembangan yang terencana dan memperhatikan aspek keselamatan, sungai ini berpeluang menjadi salah satu ikon wisata petualangan Kabupaten Dairi.


Bukan hanya wisatawan lokal, potensi tersebut juga dapat diarahkan untuk menarik komunitas pencinta olahraga air dan wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman wisata berbasis alam dan petualangan.


Penulis : Dody

Redaktur : Rudi