![]() |
| Foto bersama usai menerima bantuan alat pertukangan kayu. (Foto/Tulus). |
Dairi - nduma.id
Semangat bertambah, pekerjaan kian lancar.
Ini lah harapan kepada Kelompok Pertukangan Kayu di Desa Polling Anak-anak, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi Sumatera Utara yang menerima peralatan mesin lengkap dari PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), Kamis 24 September 2026 kemarin.
Bantuan ini juga di harapkan mampu membuka peluang lebar bagi para pengrajin untuk meningkatkan hasil sekaligus kesejahteraan mereka.
Peralatan yang diserahkan meliputi mesin bor, mesin pemotong, ketam listrik, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Tak hanya alat, para anggota juga mendapat pelatihan langsung dari tenaga ahli mulai dari teknik penggunaan mesin, pengelolaan keuangan, pencarian bahan baku, hingga cara memasarkan karya.
"Kami diajari bagaimana menjadi pengrajin yang mandiri, bukan sekadar bekerja, tapi mengelola usaha dengan baik," kata Ketua Kelompok, Perubahan Sirait.
Senada dikatakan Open Marpaung yang juga menerima bantuan peralatan.
"Alat ini sudah kami pakai, meski baru di tahap awal, hasilnya sudah terasa, pekerjaan lebih cepat, rapi, dan pendapatan kami mulai bertambah," ungkapnya.
Selama ini, para tukang kayu di desa tersebut telah mengerjakan berbagai pesanan mulai dari perbaikan rumah, pembuatan meja, kursi, kusen pintu, hingga perabotan rumah tangga.
Namun, keterbatasan alat dan modal sering menjadi penghambat karena harga bahan baku yang mahal serta sulitnya mendapatkan kayu olahan.
"Harapan kami, ke depannya PT DPM juga dapat membantu akses permodalan agar usaha ini bisa berjalan berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan tenaga saja," ujar Open Marpaung..
Senior Supervisor CSR PT DPM, Budianto Situmorang, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar ke-4, yang berfokus mendorong kemajuan ekonomi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Hingga saat ini, PT DPM telah membina 4 kelompok pertukangan kayu, yakni di Desa Polling Anak-anak, Desa Tuntung Batu, Desa Longkotan, dan Desa Bongkaras.
Langkah ini diharapkan terus melahirkan pengrajin mandiri yang mampu bersaing dan menyejahterakan keluarganya.
Penulis: Dody
Redaktur: Rudi
