![]() |
| Tim TPID Dairi saat melakukan sidak di sejumlah warung mitra. (Foto/Dody). |
Dairi - nduma
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah WARTEKINDA (Warung Tekan dan Kendali Inflasii Dairi) yang merupakan mitra binaan dari TPID Dairi.
Sebanyak 53 WARTEKINDA yang tersebar mulai dari kawasan Pusat Pasar Sidikalang dan sekitarnya, hingga ke warung mitra yang berada di beberapa kecamatan didatangi langsung oleh Tim TPID. Senin 7 September 2026.
Sidak dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, selaku Ketua Pelaksana TPID Dairi.
Inspeksi tersebut turut diikuti oleh Kepala Perum Bulog Cabang Kabanjahe, untuk wilayah kerja Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Glen Simanjuntak.
Charles menyebutkan bahwa sidak ini dilakukan guna memastikan ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat akan beras dan minyak goreng bersubsidi tetap tersedia dan dengan harga yang terkendali.
"Kami mengecek langsung distribusi barang bersubsidi di 53 titik mitra binaan TPID yang tersebar di lokasi pasar dan luar pasar, yang tersebar di beberapa kecamatan.," sebut Charles.
"Temuan di lapangan, Minyakita kemasan 1 liter dan 2 liter dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan untuk beras SPHP ada yang menjual di bawah HET," tambahnya.
Menurut Charles, saat ini stok beras dan minyak goreng bersubsidi di Kabupaten Dairi masih aman.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian secara berlebihan.
Ke depan, katanya varian Minyakita dalam kemasan botol juga akan segera masuk ke Dairi.
Charles juga menekankan kepada seluruh mitra untuk menjual barang bersubsidi sesuai dengan ketetapan pemerintah.
"Kami tegaskan agar para mitra menjual dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Subsidi dihadirkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memenuhi kebutuhan rumah tangga," tegas Charles.
Kepala Perum Bulog Cabang Kabanjahe, Glen Simanjuntak, mengatakan, dari hasil sidak hari ini tidak ditemukan penyelewengan ataupun penyalahgunaan yang dilakukan oleh para mitra TPID.
"Sejauh ini kita tidak menemukan penyelewengan atau penyalahgunaan lah ya istilahnya, yang dilakukan oleh mitra," kata Glen.
Glen juga menjelaskan bahwa selain dari petani lokal, pasokan beras Bulog saat ini juga didapat dari Aceh dan juga Jakarta.
Menurut Glen, produksi gabah di Dairi sebenarnya cukup melimpah, khusunya di Kecamatan Lae Parira.
Namun pihaknya masih tergantung dengan kesesuaian harga di tingkat petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Sementara itu, Waka Polres Dairi, Kompol Hadi Sucipto memastikan kalau pihaknya melalui Satgas Pangan Polres Dairi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Dairi selalu melakukan pemantauan guna memastikan barang-barang bersubsidi ini tepat sasaran.
"Kami selalu berkoordinasi dengan Bulog dan juga Pemkab Dairi. Jika masyarakat ada menemukan pedagang yang menjual barang bersubsidi di atas HET, laporkan ke kami. Kami siap menindaklanjuti," ujar Hadi.
Menambahkan, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi, Lipinus Sembiring, mengatakan, dalam upaya pengendalian harga dan menjamin ketersediaan barang, TPID Dairi juga rutin melaksanakan operasi pasar murah di seluruh kecamatan se-Kabupaten Dairi.
"Kami juga rutin melaksanakan pasar murah, 3 kali dalam sepekan. Agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya beras SPHP dan Minyakita," ungkap Lipinus.
"Kalau di daerahnya ada pasar, kami operasi di situ. Tapi kalau tidak ada, kami laksanakan di kantor camat," tandasnya.
Pantauan wartawan di lapangan, sidak berlangsung dari siang hingga sore hari dan diikuti oleh seluruh Tim TPID Kabupaten Dairi, yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten Dairi, Polres Dairi, Kejaksaan Negeri Dairi, dan juga Kodim 0206 Dairi.
Penulis: Dody
Redaktur: Rudi
