Siantar

Sabtu, 05 September 2026, 12:12 WIB
Last Updated 2026-09-05T05:12:07Z
DairiJudiPolisi

Pemilik Warung di Tigalingga dan Gunung Sitember Tak Terima Dikabarkan Menyediakan Perjudian

Kepala Desa Lau Sireme dan jajaran Polsek Tigalingga saat mendatangi warung kopi di sekitar arena pasar malam yang disebut menyediakan perjudian. (Foto/Dody).

Dairi - nduma.id


Warga dua desa di Kecamatan Tigalingga dan Gunung Sitember tak terima dikabarkan menyediakan aktivitas perjudian.


Keberatan tersebut mereka lontarkan setelah beredar kabar tak sedap tentang adanya aktivitas perjudian di lokasi tempat usaha mereka yang berada di Dusun Huta Baru, Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga dan Dusun Barisan Mesin, Desa Tupak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.


Sebelumnya, kabar perihal aktivitas perjudian itu berhembus sejak Rabu 2 September 2026 lalu.


Kabar yang beredar, aktivitas perjudian marak dilakukan di beberapa titik lokasi, seperti di sekitaran arena pasar malam di Dusun Huta Baru, Desa Lau Sireme, dan juga di sebuah warung yang berada di Dusun Barisan Mesin, Desa Tupak Raja, yang disebut menyediakan judi togel, dadu, maupun judi ketangkasan mesin ikan-ikan.


Menanggapi kabar tersebut, Kepala Desa Lau Sireme, Dalam Berutu, langsung mengecek kebenaran kabar tersebut dengan mendatangi lokasi yang dimaksud, dekat lapangan arena pasar malam Tigalingga, pada Jumat 4 September 2026.


"Ada kabar atau laporan bahwasanya di desa ini, ataupun di rumah dan di warung ibu ini ada perjudian," kata Dalam Berutu.


"Setelah kita lihat bersama, yang dikatakan ada di kedai kopi dibuat perjudian, ini lah buktinya, tidak ada. Sudah sama-sama kita melihat bahwasannya tidak ada," imbuhnya.


Setelah mendatangi lokasi yang dimaksud, Kepala Desa Lau Sireme itu menegaskan bahwasanya tidak ada aktivitas perjudian seperti yang dikabarkan.


"Jadi apa yang dikabarkan itu kalau di Tigalingga ini, khususnya di desa ini ada perjudian, tidak benar," tegasnya.


"Makanya saya datang ke sini karena ada kabar itu, saya ingin memastikan kebenarannya," tambah Berutu.


Menurutnya, kalau sebatas bermain kartu dengan bertaruh kopi atau teh, hampir di setiap warung pinggir jalan ada, dan itu sudah merupakan tradisi masyarakat sekitar.


"Kalau katanya ada perjudian besar, apa itu namanya, ikan-ikan dan lainnya, setahu saya ga ada di sini," tandasnya.


Sementara itu, pemilik warung kopi di lokasi yang dimaksud merasa tak terima dengan kabar tersebut.


"Ada kabar bahwa saya dituduh yang tidak-tidak di perumahan ini.Katanya di rumah ataupun warung saya ini diadakan judi dan ikan-ikan. Saya keberatan," kata wanita paruh baya pemilik warung, Nami Sembiring kepada awak media.


"Ini Pak Kapolsek dan Pak Kanit sudah datang ke sini. Nyatanya ga ada,"tambahnya.


Jika memang benar warungnya dijadikan tempat perjudian, Nami menyarankan agar orang yang menghembuskan kabar tersebut untuk  mendatangi dirinya langsung.


"Kalau saya ditegur, saya senang, kalau memang ada. Tapi kalau gak ada, saya bisa bertindak," tegasnya.


"Saya tidak izin diginikan

dan dicemarkan dengan tidak

bagus dan tidak langsung kepada saya," ucap Nami mengakhiri.


Senada dengan Nami, Pariaman Barus, sang pemilik warung kopi di Dusun Barisan Mesin, saat ditemui  juga menampik kabar tersebut dan meyakinkan bahwa warungnya hanya menyediakan minuman.


"Di sini gak ada apa-apa. Judi leng, judi ikan-ikan, enggak ada di sini. Hanya warung kopi lah," ucapnya.


Pemilik warung yang masih berduka dikarenakan sang istri yang biasanya menemaninya menjaga warung telah meninggal dunia pada 2 September 2026 lalu itu, sangat menyesalkan kabar yang beredar.


"Sangat disayangkan juga ada kabar seperti itu di situasi sekarang," tandasnya.


Pantauan awak media di lapangan, warga sekitar juga tampak terkejut dengan kedatangan aparat kepolisian dari Polsek Tigalingga.


Warga tak menyangka jika desa mereka dikabarkan seperti itu.


Penulis: Dody

Redaktur: Rudi