Siantar

Siantar
Rabu, 16 September 2026, 15:11 WIB
Last Updated 2026-09-16T08:11:00Z
KamtibmasPolisiSiantar

Polisi Turun ke Gudang Bulog Pematangsiantar, Keamanan Jangan Cuma Andalkan Gembok

Suasana saat AIPTU S. Ambarita menyambangi Gudang Bulog di Siantar Martoba, Senin 14 September 2026. (Foto/Ari).

Pematangsiantar - nduma.id


Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar disambangi polisi. 


Bukan karena disebut terjadi gangguan keamanan, melainkan sebagai langkah antisipasi agar urusan keamanan tidak baru menjadi perhatian setelah masalah muncul.


Senin 14 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagapitu AIPTU S. Ambarita dari Polsek Siantar Martoba menyambangi Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar di Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba.


Di lokasi, Bhabinkamtibmas bertemu Kepala Gudang Toni Purnomo dan sejumlah buruh yang bekerja melakukan bongkar muat. 


Dialog pun diarahkan pada situasi keamanan lingkungan gudang sekaligus penyampaian pesan-pesan Kamtibmas.


Kapolsek Siantar Martoba IPTU Edy J.J. Manalu mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari sambang Kamtibmas untuk menjaga situasi keamanan di lingkungan Gudang Bulog.


Langkah ini terbilang sederhana: polisi datang, berdialog, mengingatkan, lalu membuka jalur komunikasi. 


Namun dalam urusan keamanan, langkah sederhana semacam ini justru lebih murah daripada sibuk mencari solusi ketika persoalan sudah terlanjur membesar.


Bhabinkamtibmas juga menyampaikan apabila ada permasalahan agar menghubungi Bhabinkamtibmas ataupun Layanan Polri di Call Center 110.


Pesannya jelas, jangan menunggu pintu didobrak baru keamanan diperbincangkan. Jangan pula menunggu masalah menjadi konsumsi publik baru semua pihak sibuk mencari siapa yang bertanggung jawab.


Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Toni Purnomo, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bhabinkamtibmas.


“Terima kasih kepada Bhabinkamtibmas atas kunjungannya," katanya.


Sambang tersebut menjadi pengingat bahwa pengamanan fasilitas penyimpanan pangan tidak melulu soal pagar, kunci dan petugas jaga. 


Komunikasi antara kepolisian, pengelola gudang dan pekerja juga menjadi bagian penting dari upaya mencegah potensi gangguan.


Pada akhirnya, keamanan memang sering terlihat sepele ketika semuanya berjalan normal. 


Tetapi begitu terjadi masalah, hal yang sebelumnya dianggap sepele bisa berubah menjadi pertanyaan besar.


Karena itu, lebih baik polisi datang ketika keadaan masih aman, daripada datang setelah keamanan berubah menjadi persoalan.


Penulis: Ari

Redaktur: Rudi