![]() |
| Duad Sihombing. (Foto/Dody). |
DAIRI - nduma.id
Persoalan pangan di Kabupaten Dairi mengusik perhatian dari beberapa non-governmental organization (NGO).
Tiga organisasi nirlaba yang tergabung dalam Aliansi NGO Dairi, di antaranya PESADA, PETRASA, dan juga YDPK telah melakukan riset di beberapa desa yang ada di beberapa kecamatan dan menemukan persoalan kerentanan pangan dengan tingkat kerentanan yang berbeda-beda.
Adapun hasil riset mereka di lapangan, 5 desa yang didapati tengah menghadapi persoalan kerentanan pangan yaitu di Desa Lae Itam, Desa Bongkaras, Desa Pandiangan, Desa Sileuh-leuh, dan Desa Lau Sireme.
Menindaklanjuti temuan tersebut Aliansi NGO Dairi pun telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi untuk membahas persoalan ini.
"Dari hasil riset kami di 5 desa, ada beberapa temuan terkait kerawanan pangan di Dairi yang disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya akibat dari alih fungsi lahan/alih komunitas tananam dan kerusakan infrastruktur," kata Duad Sihombing (Ketua Bidang Hukum & Advokasi PETRASA), mewakili Aliansi NGO Dairi, Senin (19/10/2026).
"Kami telah 3 kali mengirimkan surat ke DPRD Dairi. Hasil riset ini lah yang ingin kami sampaikan ke DPRD, berharap bisa digunakan sebagai pertimbangan/referensi kebijakan soal pangan dan pertanian di Dairi," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani pun telah menjadwalkan pertemuan dengan Aliansi NGO Dairi.
"Sudah saya jadwal. Jadi hari Senin 26 Oktober 2026 pukul 9 pagi di kantor DPRD Dairi," ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
