![]() |
| Arifatullah Manik. (Foto/Istimewa). |
JAKARTA — nduma.id
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tak boleh berjalan sendiri dan justru menenggelamkan usaha yang sudah tumbuh di masyarakat.
Keberhasilan program ini harus diukur dari sejauh mana Ia mampu mengangkat dan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bukan sebaliknya.
"Koperasi Merah Putih harus menjadi mitra strategis UMKM, bukan pesaing usaha masyarakat. Pelaku UMKM harus dilibatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi koperasi, mulai dari pemasok produk lokal hingga mitra pemasaran dan distribusi. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Arifatullah Manik, Wasekjen PB SEMMI Bidang UMKM, dalam keterangan pers.
Menurutnya, koperasi dan UMKM sejatinya adalah dua kekuatan yang saling melengkapi, bukan pesaing.
Arifatullah menjelaskan, koperasi dapat berperan memperkuat rantai pasok, distribusi, dan pemasaran, sementara UMKM tetap menjadi penggerak produksi, pencipta lapangan kerja, dan pengembang produk unggulan daerah.
Pentingnya dilakukan pemetaan potensi usaha lokal, kata dia, agar kehadiran koperasi tidak mematikan warung kelontong, pedagang kecil, pengusaha rumahan, maupun produsen lokal yang sudah lebih dulu berjalan.
Karena itu Ia mendorong sinergi ini diwujudkan melalui perluasan akses pasar, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, literasi digital, serta akses pembiayaan yang bertanggung jawab.
Transparansi pengelolaan dan evaluasi juga mutlak diperlukan, dengan indikator keberhasilan yang nyata.
Naiknya omzet UMKM, bertambahnya jaringan pasar, terserapnya tenaga kerja lokal, dan meningkatnya pendapatan warga.
"Jangan sampai UMKM hanya menjadi penonton dalam program yang bertujuan membangun ekonomi rakyat. Mereka harus menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan usaha Koperasi Merah Putih. Koperasi harus tumbuh bersama pelaku UMKM agar tercipta ekosistem ekonomi desa yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan," tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis mahasiswa dalam mendampingi program ini — mulai dari edukasi kewirausahaan, pendampingan usaha, kajian kebijakan, hingga pengawasan partisipatif agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Koperasi yang kuat harus mampu memperkuat UMKM. Ketika koperasi dan pelaku usaha lokal tumbuh bersama, kita tidak hanya membangun lembaga ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat ekonomi kerakyatan yang perlu terus diperjuangkan," jelas Arifatullah Manik.
Penulis : Rudi
Redaktur : Son
