![]() |
| Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala saat memukul gong pertanda dibukanya Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026. (Foto/Dody). |
DAIRI - nduma.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi resmi membuka Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2026.
Perhelatan pesta budaya tahunan tersebut digelar di Gedung Nasional Djauli Manik, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, berlangsung selama dua hari mulai 29 sampai dengan 30 Oktober 2026, dan dibuka oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala.
Gelaran acara dimulai dengan pelaksanaan kirab budaya yang diikuti oleh 66 kontingen dari 15 kecamatan, OPD (Organisasi Perangkat Dinas), Perumda, dan juga organisasi masyarakat dari berbagai etnis.
Pelaksanaan kirab dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin dari depan Kantor Bupati Dairi menuju Gedung Nasional Djauli Manik.
Peserta kirab menampilkan kekhasan masing-masing, yang menunjukkan keberagaman budaya, hasil bumi, maupun potensi daerah yang dimliki Kabupaten Dairi.
Ribuan warga pun tampak memenuhi Gedung Nasional Djauli Manik.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya Pakpak dan merawat kearifan lokal, pesta budaya ini juga mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dari beragam latar belakang untuk semakin mempererat persaudaraan.
Gelaran acara turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala (mewakili bupati), Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, Kasdim Mayor Cba J. Siboro (mewakili Dandim 0206/Dairi), Wakapolres Dairi Kompol Hadi Sucipto (mewakili Kapolres), Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Kasi Intel Kejari Dairi Gerry Gultom (mewakili Kajari), dan juga perwakilan dari Kementerian Agama dan Kementerian Pariwisata.
Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat juga tampak hadir, seperti Ketua MUI Dairi Wahlin Munthe, Raja Ardin Ujung, Abdul Angkat, Saut Martua Ujung, tokoh pemuda Andi Prokeri Ujung, dan juga para pemangku hak ulayat di Dairi.
Dalam sambutannya, Wahyu Daniel Sagala mengatakan kalau Pesta Njuah-Njuah ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial tahunan saja, namun juga sebagai ruang untuk menjaga identitas dan melestarikan budaya Pakpak.
“Pesta budaya ini merupakan ruang untuk meneguhkan jati diri, merawat warisan leluhur, serta mempererat persaudaraan,” ucap Wahyu membacakan sambutan bupati.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak.
"Nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap adat, dan rasa persaudaraan yang terkandung dalam tradisi perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Pesta budaya ini juga diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.
"Pesta Njuah-Njuah berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan tradisi Pakpak kepada masyarakat di luar Dairi," ucapnya.
Tokoh masyarakat Pakpak, Raja Ardin Ujung dalam kesempatan tersebut menyampaikan aspirasi agar penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah memiliki dasar hukum yang jelas.
Ia juga mengingatkan sejarah pada masa lampau, bagaimana marga Ujung telah berkontribusi dengan menghibahkan tanah untuk kepentingan pemerintah daerah, militer, serta kepolisian.
Raja Ardin pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Dairi memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pesta budaya ini dengan regulasi yang jelas, serta dukungan anggaran yang memadai.
“Ke depannya kami berharap Pesta Njuah-Njuah ini harus diperdakan, minimal Perbup. Selanjutnya untuk anggaran Pesta Njuah-Njuah juga mohon ditambah,” kata Raja Ardin dalam sambutannya.
Menurutnya, dengan kepastian hukum dan anggaran yang memadai, ke depannya penyelenggaraan pesta budaya ini akan lebih terencana dengan baik.
Sementara itu, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani dalam sambutannya langsung menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Pakpak tersebut.
“Kami siap mendukung agar selanjutnya Pesta Njuah-Njuah dimasukkan ke dalam Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah)," ujar Sabam Sibarani.
Ia juga menilai bahwa kekompakan para tokoh pemegang hak ulayat di Dairi merupakan modal besar agar pembangunan di Kabupaten Dairi dapat berjalan dengan baik.
Ketua DPRD itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan membanggakan budaya Pakpak, serta memperkenalkan kekayaan budaya Pakpak kepada masyarakat luas, terlebih kepada masyarakat di luar Dairi.
Ditemui di sela-sela gelaran acara, Kadis Parbudpora Kabupaten Dairi Iwan Taruna Berutu juga mengapresiasi harapan dari tokoh masyarakat terkait kepastian hukum pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah.
"Kami akan berupaya agar Pesta Njuah-Njuah ini nantinya akan menjadi event yang memiliki dasar hukum," kata Iwan kepada awak media.
"Nanti akan kita upayakan, mungkin akan kita susun Peraturan Bupati. Pertama terkait jadwal dan waktu pelaksanaan Pesta Njuah-Njuah supaya menjadi ketetapan," tambahnya.
Iwan juga berharap agar nantinya perhelatan Pesta Budaya Njuah-Njuah sebagai salah satu identitas dari masyarakat Dairi akan terus dilestarikan.
Penulis : Dody
Redaktur : Rudi
.jpg)