DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Redaksi
Jumat, 05 Maret 2021, 11:40 WIB
Last Updated 2021-12-21T16:06:35Z
Hukum & Kriminal

Bocah 9 Tahun Trauma Dijambret Bandit Jalanan

Ilustrasi

DEPOK - Seorang bocah berinisial AL (9 tahun) di Depok, Jawa Barat, mengalami trauma setelah menjadi korban penjambretan dari bandit jalanan. Menurut salah satu saksi, peristiwa itu bermula ketika AL sedang asyik bermain ponsel di depan pos keamanan di Jalan Kirai, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok. Peristiwa itu viral di media sosial, lantaran aksi pelaku sempat terekam kamera pengintai atau CCTV.   

“Saya kurang tahu persis kejadiannya. Cuma kata anak saya, tadinya korban berdua sama anaknya yang punya warung, cuma anaknya yang punya warung masuk ke dalam. Nah dia (AL) masih main di pos sendirian,” kata Suyanti di lokasi kejadian, pada Jumat 5 Maret 2021.

Saat asyik main game di ponsel, tiba-tiba AL didatangi dua orang tidak dikenal. Mereka menggunakan motor matik warna orange. Awalnya, pelaku melakukan modus berpura-pura menanyakan alamat. Aksi kejahatan itu terjadi saat situasi sepi, sekira pukul 17.00 WIB, Senin 1 Maret 2021.

“Itu anak lagi sendirian, nah si pelakunya ini pura-pura nanya alamat, tahunya yang depan nanya alamat yang belakang langsung ngambil Hp,” tutur Suyanti.

Sebagai seorang ibu, Suyanti mengaku harus waspada dengan adanya aksi kejahatan tersebut. Dia pun berharap agar pelakunya segera tertangkap. “Iya cemas, anak saya kan main di sini juga. Korbannya juga kayanya masih trauma.”

Kapolsek Beji, Komisaris Polisi Fatimah mengaku, pihaknya sedang berupaya keras memburu pelaku kejahatan jalanan itu.

“Orang tua korban sampai sekarang belum membuat laporan ke kami, namun tentu kasus ini tetap akan kami tindaklanjuti,” katanya. Selain itu, Fatimah juga telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan kejahatan.

“Kami juga mengimbau pada para orang tua agar turut mengawasi buah hatinya ketika berada di luar. Selain itu, kami juga berpesan agar tidak memberikan barang berharga yang dapat mengundang tindak kriminal,” jelasnya.