DPM

DPM

Polres

Polres

Balon Golkar

Balon Golkar
Kamis, 10 Maret 2022, 18:20 WIB
Last Updated 2022-03-10T11:30:28Z
Daerah

Fenomena Permukaan Tanah Amblas, BPBD Dairi Surati Dinas Pertambangan Sumut

Masaraya Berutu kepala BPBD Dairi. (Foto/Rudi).

DAIRI, Gunung Sitember - nduma.id

Fenomena permukaan tanah amblas membentuk lubang besar di Desa Kendit Liang Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi Sumatera Utara mulai meresahkan warga.

Meski sudah empat kali di timbun namun tanah kembali amblas bahkan kini semakin melebar ke pekarangan rumah warga.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan solusi sementara akan dilakukan penimbunan segera oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Dairi, sehingga akses jalan bisa dilalui warga.

"Agar tidak menganggu aktifitas dulu, jadi di timbun material sertu dan pemasangan parit bertulang beton sepanjang 30 Meter," kata Bupati, Kamis (10/3/2022).

BPBD juga sudah menyurati Dinas Pertambangan  Provinsi Sumatera Utara.

"BPBD menyurati Dinas Pertambangan Provsu untuk meneliti lokasi longsor sehingga bisa di ketahui fenomena alam yang terjadi," sebut Bupati.

Permukaan tanah amblas melebar hingga ke halaman rumah warga. (Foto/Rudi)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Dairi, Masaraya Berutu mengaku sudah menyurati dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara agar menurunkan tim ahli, melakukan penelitian.

"Dalam waktu dekat mereka akan datang, biar di teliti dulu apa masih layak di huni atau tidak." kata Masaraya diruang kerjanya.

Menunggu tim ahli geologi turun, pihaknya akan menimbun lagi permukaan tanah yang amblas.

"Tapi yang jelas pertama kita harus timbun dulu besok menunggu ahli datang. Supaya aktifitas warga bisa jalan kemudian kita coba Bangun parit-parit dari tiga titik," sebut Masaraya.

Pihaknya juga akan membuka jalan alternatif agar masyarakat tidak terganggu beraktifitas.

"Ada jalan alternatif tapi kita bersihkan biar mereka bisa lewat jika ada bencana lagi," ujarnya.

"Hampir 187 Dum Truck tanah," tungkasnya lagi.

Lubang besar berdiameter sekitar 6 meter tiba-tiba muncul di tengah pemukiman warga di Desa Kendit Liang pada 9 Februari 2022 lalu. 

Apid Udin Barus dan Joher Sihombing warga Desa Kendit Liang. (Foto/Rudi).


Warga bersama – sama pemerintah kemudian menimbun lubang ini menggunakan material tanah batu.

Namun permukaan tanah kembali amblas.

Jika di biarkan, warga khawatir akan memakan korban.

Saat ini lubang semakin melebar hingga ke halaman Rumah Warga.

"Kami takut tidur. Maunya pemerintah menurunkan ahli untuk diteliti. Kalo jatuh tanah itu, terasa goyang rumah kami," kata Joher Sihombing (52) pemilik rumah. (nd1)