Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 15 Juli 2022, 10:44 WIB
Last Updated 2022-07-15T04:14:18Z
Dairi

KUR Klaster Jagung, Program Bantu Permodalan Sejahterakan Petani Dairi

Bupati Dairi memberikan buku tabungan KUR Klaster Jagung kepada petani. (Foto/Rudi)

DAIRI, Tigalingga - nduma.id

Pemerintah Kabupaten Dairi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan menggelar tanam serentak bibit jagung bersama petani Penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster Jagung.

Tanam serentak di lakukan di lahan 10 orang petani penerima KUR Klaster Jagung, dengan luas lahan masing-masing petani 1 Hektar.

Di desa Juma Gerat Kecamatan Tigalingga, tanam jagung serentak di lakukan lahan milik Muhammad Ali Pasaribu.

Bupati Dairi menanam jagung di lahan warga. (Foto/Iwan) 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang mengatakan Desa Jumagerat salah satu desa yang antusias untuk KUR.

“Ada 19 disini” kata Kadis.

Dengan program KUR Klaster Jagung ini, petani tidak lagi khawatir dengan permodalan karena seluruhnya sudah di dibiayai oleh Perbankan, mulai dari Bibit, pupuk sampai masa panen.

“Hasil panen nanti sudah ada yang membeli, nah selisih hasil panen dengan biaya, itu nanti di bayarkan kepada petani,” sebut Robot.

Tiap petani menerima modal sebesar 15 Juta Per Hektarnya.

Selain tanam bersama Pemerintah Kabupaten Dairi juga memberikan alsintan kepada sejumlah petani dan buku tabungan penerima KUR Klaster Jagung.

“Kalau sudah ada mesin ini jangan nggak bertambah produksi. Dari 7 ton bisa ke 8 ton," ujar Robot. 

Dia mengajak petani semangat untuk mendukung agri unggul menuju Dairi unggul.

Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengaku program ini sudah di rancang sejak 2 tahun lalu sebelum covid melanda.

"Kita mendesain kelompok kekeluargaan dari berbagai pihak untuk membantu petani. Tujuannya mengatasi kesulitan petani. Kesulitan pertama adalah modal," kata Bupati, Rabu (14/7/2022).

Eddy menjelaskan saat ini pemerintah sedang menjalin kontrak kerja dengan Bank sebagai pemberi modal dan Offtaker yang nantinya membeli hasil tani petani dengan harga layak.

Dan support Pemerintah Dairi Unggul kepada petani terus di tingkatkan.

"Kita nanti juga akan melatih PPL dengan tenaga ahli dari Jerman. Agar keahlianya bertambah mendampingi petani. Tujuannya produktivitas hasil petani naik biasa 7 ton per hektar jadi 8 ton per hektar. Petani sejahtera," sebut Bupati.

Dari data, produksi jagung Dairi tahun 2020 lalu sebanyak 230.115 ton dan tahun 2021 naik 21 persen menjadi 278.500 ton.

Tahun ini Pemkab Dairi menargetkan 10.000 hektar tanaman baru.

"Pastikan aset-aset kita bekerja, lahan itu aset kita Pak, jangan biarkan dia nganggur. Maka kita ingin meningkatkan jumlah tanam agar bisa meningkatkan uang untuk kesejahteraan petani semua," tungkas Bupati.

Giat tanam bersama itu di warnai dengan tanya jawab antara petani dan Pemerintah Kabupaten Dairi.

Kepada Pemerintah, petani mengeluhkan mahal dan langkanya pupuk serta akses jalan menuju desa mereka.

“Pupuk langka pak, kalaupun ada mahal, kemudian panen jagung masih harus ngelangsir. 1000 per Kilo lah biayanya,” ujar Petani bermarga Kaloko.

“Kalau bisa di desa kami ini di buat rumah kompos untuk mengantisipasi langka dan mahal pupuk pak,” sebut Muhammad ali Pasaribu. (nd1)