Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Rabu, 20 Juli 2022, 13:17 WIB
Last Updated 2022-07-21T06:17:28Z
Daerah

PMKRI Siantar Nilai W20 Harus Mengagendakan Soal Hak Perempuan Adat dan Lingkungan Danau Toba

Dian Sany Siagian (kiri), Edis Sigalingging (kanan). (Foto/Ari).

Pematangsiantar - nduma.id

PMKRI Siantar Nilai W20 Harus Mengagendakan Soal Hak Perempuan Adat dan Lingkungan Danau TobaPematangsiantar - nduma.id

Danau Toba menjadi tuan rumah perhelatan internasional Women 20 atau W20, yang  menghadirkan delegasi dari 16 negara di dunia. 

Perhelatan itupun mendapat apresiasi dari masyarakat, tidak terlepas dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi.

Meski demikian, PMKRI Cabang Pematangsiantar menyayangkan gelar W20 tidak membahas terkait persoalan-persoalan perempuan adat atau masyarakat adat.

Apalagi sekitar wilayah Danau Toba banyak kelompok masyarakat adat yang harus mendapat perhatian, khususnya isu perempuan.

"Seharusnya ini menjadi momentum baik untuk membicarakan secara spesifik tentang persoalan perempuan adat terutama di sekitar Danau Toba," kata Dian Sany Siagian, salah satu pengurus PMKRI Cabang Pematangsiantar, Rabu (20/7/2022).

Forum perempuan itu kata Dian membahas 8 poin utama, salah satunya membahas isu-isu perempuan desa dan penyandang disabilitas yang semangat dalam bekerja, dan ikut serta dalam mendorong perekonomian di daerahnya.

Edis Galingging, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Periode 2021-2022 menyampaikan nilai baik atas perhelatan internasional itu.

"Sembari mengangkat isu tentang perempuan, juga akan mendongkrak pariwisita Danau Toba di kanca internasional. Tapi, sangat riskan jika tidak melihat apa yang menjadi persoalan di sekitar Danau Toba, yakni tentang bagaimana keterlibatan perempuan terhadap lingkungan di Danau Toba khususnya," katanya.

Seharusnya kata Dia, acara sebesar itu bisa mengagendakan tentang hak-hak perempuan adat, dikarenakan peran perempuan adat dalam meningkat perekonomian dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Tentu hal di atas sangat relevan untuk dibahas mengingat koordinasi W20 Indonesia dalam forum G20 akan membawa isu penting mengenai peran perempuan khususnya di masa krisis pandemi, ekonomi, dan perubahan iklim dunia," sebutnya.

Karena itu, PMRI katanya sangat mendorong agar isu tentang hak perempuan adat dan persoalan bagaimana keterlibatan perempuan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama di Danau Toba, dibahas juga" sebut Edis. 

W20 digelar di Hotel Niagara, Kabupaten Simalungun, acara berlangsung mulai 19 Juli 2022 lalu  sampai 21 Juli 2022.

W20 merupakan suatu engagement group dalam forum G20 yang mewakili suara perempuan. 

Isu yang diangkat antara lain dalam hal kesetaraan gender di ruang publik, kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pertahanan terhadap perempuan disabilitas dan perempuan pedesaan. 

Hasil W20 akan diserahkan di acara G20 yang akan dilaksanakan di Denpasar pada November 2022 mendatang. (Ari)