Demokrat

Demokrat

Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Jumat, 29 Juli 2022, 10:15 WIB
Last Updated 2022-07-31T03:21:37Z
Daerah

Rescuer Kantor SAR Medan latihan SAR Gunung dan Hutan

Peserta pelatihan menggunakan peralatan mencari lokasi korban. (Foto Basaranas)

Deli Serdang – nduma.id

Sebanyak 15 orang rescuer Kantor SAR Medan menjadi peserta dalam Kegiatan latihan SAR beregu Teknik Pencarian dan Pertolongan di Gunung Hutan.

Latihan digelar 4 hari ini dibuka Kepala Kantor SAR Medan, Budiono,S.E.,M.M. Rabu 27 Juli 2022 lalu. 

Pelatihan bertujuan dalam rangka meningkatkan kompetensi rescuer pada Operasi Pencarian dan Pertolongan di Gunung Hutan.

Dalam sambutannya, Budiono memberikan semangat kepada para peserta dalam mengikuti materi di kelas, praktek, sampai pada tahap simulasi.

Dikatakan Rescuer sudah sering melakukan operasi SAR di Gunung Hutan namun latihan SAR beregu untuk lebih memantapkan kemampuan Rescuer sehingga pelaksanaan teknik pencarian dan pertolongan di Gunung Hutan sesuai prosedur penyelamatan.

“Para Rescuer juga lebih mampu untuk melakukan evakuasi korban di Gunung Hutan dengan respon time yang baik,” kata Budiono.

Di pelatihan itu, peserta ditugaskan mencari lokasi yang diduga korban hilang di Gunung Hutan dengan menggunakan peralatan kompas maupun GPS.

Setelah ditemukan tim harus mengevakuasi korban keluar dari Gunung Hutan dengan penanganan cepat dan aman .

Sebelum pada 18-22 Juli lalu, Kantor SAR Medan juga melaksanakan Pelatihan Teknik Penyelamatan di Arus Deras tingkat dasar yang bertempat di Pusdiklat Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumut yang berlokasi di Sungai Buaya Desa Mabar Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang.

Sebanyak 62 Rescuer yang terdiri dari Rescuer Kantor SAR Medan, Pos SAR Parapat Danau Toba dan Pos SAR Tanjung Balai Asahan mengikuti Pelatihan Teknik Penyelamatan di Arus deras tingkat dasar.

Pelatihan ini bertujuan untuk memantapkan kemampuan Rescuer Kantor SAR Medan pada bidang Penyelamatan di Arus Deras, mampu mengoperasikan perahu karet berjenis rafting dan mampu mengevakuasi korban menggunakan perahu rafting yang berada di Arus Deras. (nd1).