Domian

Domian

Wahyu Sagala

Wahyu Sagala
Selasa, 19 Juli 2022, 11:11 WIB
Last Updated 2022-07-20T04:17:11Z
Daerah

Sandiaga Uno Dorong Ekosistem Ramah Lingkungan di Danau Toba

Sandiaga Uno di Pantai Indah Situngkir. (Foto/Rudi).

SAMOSIR, Panguruan - nduma.id

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kembali berkunjung ke Kabupaten Samosir Sumatera Utara.

Dalam kunjungannya Menparekraf itu singgah di Pantai Indah Situngkir di Desa Situngkir Kecamatan  Pangururan, bertemu dengan 50 peserta pelatihan Handycraft berbahan limbah kayu yang digelar oleh Yayasan Indonesia Setara. 

Dia berharap pelatihan itu bisa meningkatkan mata pencaharian warga.

"Semoga bisa meningkatkan mata pencaharian penghasilan masyarakat," kata Sandiaga, Selasa (19/7/2022).

Sandiaga melihat pariwisata Danau Toba mulai bangkit pasca pandemi covid-19 mereda.

"Tadi sesuai dengan dialog saya dengan masyarakat memang keadaan ekonomi sudah mulai membaik tapi masih dirasakan berat pertama dengan kenaikan harga-harga bahan pokok," tuturnya. 

Karena itu Sandiaga mendorong pemerintah Kabupaten Samosir untuk lebih giat menggelar event-event Danau Toba.

Seperti pelatihan membuat Handycraft berbahan dari limbah kayu.

Menggandeng komunitas kreatif agar produk-produk yang di hasilkan punya pasar.

"Membuat pelatihan dan peluncuran mobil listrik yang ramah lingkungan di Samosir ini akan menjadi satu ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan.  Kenapa Toyota memilih Danau Toba sebagai destinasi kedua setelah Bali karena mereka melihat potensi ada disini," tungkas Uno.

Tiurmaida menunjukan tempat bunga hasil kerajinan. (Foto/Rudi).

Tiurmaida Simarmata (41), peserta pelatihan berharap pelatihan bisa terus berlangsung dan mereka siap dilatih untuk menjadi lebih baik. 

Tiurmaida sebelumnya pernah membuat kerajinan berbahan bambu. 

Dia menekuni usaha itu selama 1,5 tahun. 

Karena covid-19, usahanya itu meredup. 

"Bedanya kalau bambu sudah tergambar kalau yang ini tidak tergambar. Kita diajari buat yang tidak berharga jadi berharga," katanya. 

Dari pelatihan itu peserta diajarkan membuat berbagai produk cantik seperti, Hiasan Lampu, Jam dinding, Miniatur Rumah Batak, Gitar Batak, Tempat Bunga dan Kursi.

Semua berbahan dari limbah kayu dari sekitar lingkungan.

"Itu yang kursi bahan dari limbah kayu kapal," sebut Tiur.

Pelatihan di gelar selama 7 hari, sejak 14 Juli 2022 Sampai dengan 20 Juli 2022 di Pantai Indah Situngkir kecamatan Pangururan. (nd1).